Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2012

KOMPONEN KURIKULUM

KOMPONEN KURIKULUM BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kurikulum sebagai kombinasi bahan pelajaran untuk membentuk kerangka isi materi yang akan diajarkan kepada peserta didik. Kurikulum merupakan sederetan materi yang harus ditempuh atau diajarkan di sekolah setiap minggunya. Materi yang dipelajari biasanya berupa pengalaman di masa lampau artinya tentang pengalaman mengajar sebelumnya. Selama ini model kurikulum yang berlaku adalah model kurikulum yang bersifat akademik. Kurikulum yang demikian cenderung terlalu berorientasi pada isi atau bahan pelajaran. Berdasarkan hasil beberapa penelitian ternyata model kurikulum yang demikian kurang mampu meningkatkan kemampuan anak didik secara optimal. Sebagai contoh bahwa di beberapa Negara Asean menunjukkan bahwa keterampilan membaca siswa kelas IV SD berada pada tingkat terendah, untuk mata pelajaran matematika berada pada urutan ke 32 pada tingkat SLTP. Bukti ini hanya sebagian kecil saja dari keterpurukan output pembelajaran yang sela…

ASAS SOSIOLOGI KURIKULUM

ASAS SOSIOLOGI KURIKULUM BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kurikulum merupakan sesuatu yang sangat penting bagi keberhasilan suatu pendidikan. Tanpa kurikulum yang sesuai dan tepat akan sulit untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan yang diinginkan. Dalam penyusunan kurikulum, terdapat asas-asa yang mendasarinya. Salah satunya adalah asas sosiologis, yang mana realitas social masyarakat juga mempengaruhi perkembangan pendidikan. Dalam sejarah pendidikan di Indonesia, sudah beberapa kali diadakan perubahan dan perbaikan kurikulum yang bertujuan untuk menyesuaikan dengan perkembangan masyarakat dan perkembangan zaman, guna mencapai hsil yang maksimal. 1.2 Rumusan Masalah 1. Apa pengertian asas sosiologis kurikulum? 2. Dari segi sosiologis, fungsi apa yang dapat dipandang oleh masyarakat dalam sistem pendidikan dan lembaga pendidikan? 3. Apa saja yang menjadi kebutuhan masyarakat? 1.3 Tujuan Masalah Tujuan dibuatnya makalah ini adalah agar si pembaca dapat mengerti serta mema…

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Aspek-aspek yang di evaluasi: a. Aspek Kurikulum b. Aspek Materi c. Aspek Tenaga Pengajar d. Aspek Mahasiswa e. Aspek Pengelola 2. Evaluasi Mingguan Dari sejumlah tenaga pengajar (57 Dosen) di kelompokkan menjadi 5 kelompok, yang di setiap kelompok dikoordinir oleh seorang dosen sebagai koordinator. a. Mereka bertemu setiap hari sabtu. Dalam pertemuan tersebut masing-masing dosen memberikan informasi tentang berbagai hal yang menyangkut Proses Belajar Mengajar (KBM) selama 1 minggu. b. Dari hasil informasi tersebut kemudian di evaluasi secara bersama-sama, yang selanjutnya di rumuskan materi, metode pendekatan sera bentuk-bentuk pengembagan untuk di laksanakan seminggu yang akan datang. 3. Evaluasi 2 Mingguan a. Setiap 2 minggu sekali di adakan evaluasi secara menyeluruh, baik menyangkut dosen, mahasiswa, staff dan penataan administrasi. b. evaluasi diadakan 2 tahap dengan waktu yang berbeda. Tahap pertama, di ikuti oleh tenaga pengajar, wali ke…

Strategi Pembelajaran

BAB II PEMBAHASAN A. Strategi Strategi mengajar yaitu tindakan guru dalam melaksanakan rencana mengajar. Artinya, usaha guru dalam menggunakan beberapa variabel pengajaran (tujuan, bahan, metode dan alat serta evaluasi ) agar dapat mempengaruhi para siswa mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Para pakar teori brlajar masing-masing mengembangkan strategi pembelajaran beerdasarkan pandangannya sendiri. Setidaknya ada empat strategi yang perlu diketahui oleh pengajar, yaitu: a. Pembelajaran penerimaan Pendukung utama strategi ini adalah Ausubel. Ini bisa juga disebut dengan proses informasi. Dan kemudian dikembangkan menjadi strategi ekspositif, dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Penyajian informasi yang diberikan melalui penjelasan simbolik atau demonstrasi yang pasti. 2. Mengetes penerimaan, ungkapan dan pemahaman siswa. Bila perlu,mengulangi pesan atau informasi tersebut. 3. Menyediakan kesempatan kepada siswa untuk menerapkan prinsip umum sebagai latihan, dengan contoh …

JENIS-JENIS PENELITIAN

JENIS-JENIS PENELITIAN Jenis penelitian dapat dikelompokkan menurut: Tujuan, pendekatan, tingkat eksplanasi, dan analisis & jenis data. 1. Penelitian Menurut Tujuan a. Penelitian Terapan adalah penelitian yang diarahkan untuk mendapatkan informasi yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah. b. Penelitian Murni/Dasar adalah penelitian yang dilakukan diarahkan sekedar untuk memahami masalah dalam organisasi secara mendalam (tanpa ingin menerapkan hasilnya). Penelitian dasar bertujuan untuk mengembangkan teori dan tidak memperhatikan kegunaan yang langsung bersifat praktis. Jadi penelitian murni/dasar berkenaan dengan penemuan dan pengembangan ilmu. 2. Penelitian Menurut Metode. a. Penelitian Survey Penelitian yang dilakukan pada popolasi besar maupun kecil, tetapi data yangdipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasi tersebut, sehingga ditemukan kejadian-kejadian relatif, distribusi dan hubungan-hubungan antar variabel sosilogis maupun psikologis. b. Penelit…

PEMBAGIAN HADIS DITINJAU DARI ASPEK KUANTITAS

PEMBAGIAN HADIS DITINJAU DARI ASPEK KUANTITAS Sebagaimana diketahui, bahwa hadis Nabi saw dapat sampai kepada kita melalui jalur periwayataan. Banyak sedikitnya perowi terkadang berpengaruh dalam menentukan kualitas sebuah hadis. Kaitannya dengan kuantitas atau sedikit banyaknya jumlah perowi, para perowi membagi hadis Nabi menjadi dua bagian: Mutawatir dan Ahad. A. Hadis Mutawatir Hadis Mutawatir adalah hadis yang diriwayatkan dari kelompok ke kelompok pada tiap tataran (thobaqoh) dengan jumlah perowi yang banyak sehingga akal menyatakan mustahil mereka sepakat untuk bohong, dan proses tersebut dapat diindera oleh panca indera. Para ulama hadis berbeda pendapat dalam menentukan jumlah yang disyaratkan. Ada yang berpendapat tiga, ada yang dua belas, empat puluh, dan sebagainya. Jumhur berpendapat, bahwa sebenarnya yang paling tepat untuk menentukan standar tersebut adalah jumlah yang tidak memungkinkan orang-orang tersebut untuk dapat sepakat bohong, jadi bukan dalam bentuk angka pate…

PEMBAGIAN HADIS DITINJAU DARI ASPEK KUALITAS (MAQBUL DAN MARDUD)

PEMBAGIAN HADIS DITINJAU DARI ASPEK KUALITAS (MAQBUL DAN MARDUD) Dari aspek kualitas, hadis dapat diklasifikasikan menjadi hadis Maqbul dan hadis Mardud. Hadis Maqbul adalah hadis yang dapat diterima sebagai hujjah datau dalil serta dapat dijadikan sebagai landasan hukum. Adapun hadis Mardud (tertolak) adalah hadis yang tidak dapat dijadikan sebagai hujjah ataupun dalil. A. Hadis Maqbul Para ulama membagi hadis maqbul menjadi dua, hadis shahih dan hadis hasan. Kedua hadis ini mempunyai definisi dan criteria sebagai berikut: 1. Hadis Shahih Yang dimaksud hadis shahih adalah hadis yang memiliki kriteria hadis maqbul. Adapun kriteria ataupun syarat hadis maqbul, yaitu: a. Bersambungnya sanad, tiap perowi hendaknya mendengarka hadis secara langsung dari perowi yang berada di atasnya, demikian seterusnya hingga sampai pada puncak sanad. b. Perowinya memiliki sifat ‘adalah, yaitu satu potensi yang dapat menjaga seseorang untuk dapat kontinyu dalam bertakwa dan mampu menjaga kewibawaan dan m…

HADIS MUTTASHIL DAN MUNQATHI’

HADIS MUTTASHIL DAN MUNQATHI’ Pembagian hadis muttashil dan munqathi’ merupakan pembagian hadis ditinjau dari aspek sanad. Sanad merupakan tonggak utama dalam penelitian hadis, terutama untuk melihat bersambung dan terputusnya sanad. Sufyan ats-Tsauri mengatakan,”sanad adalah senjata orang mukmin, seandainya dia tidak bersenjata lalu dengan apa dia akan berperang?” Abdullah bin Mubarok berkata,”sanad adalah bagian dari agama, kalau bukan karena sanad niscaya banyak orang akan berkata seenaknya.” Para ulama mendefinisikan sanad dengan “jalan yang menyampaikan kita pada matan atau teks hadis”. Sanad sendiri secara harfiah berarti sandaran. A. Hadis dengan sanad bersambung (Ittishal) 1. Muttashil Yaitu hadis yang diriwayatkan dengan sanad yang bersambung dari awal hingga akhir sanad. Yang dimaksud dengan bersambung tiap perowi mendenganrkan hadis tersebut dari orang yang ada di atasnya demikian hingga berakhir sanad. Dalam definisi di atas yang perlu digaris bawahi adalah kata “hingga …

HADITS MAUDHU’

HADITS MAUDHU’ A. Devinisi Hadits Maudhu’ Menurut bahasa hadits maudhu’ merupakan isim maf'ul (objek) dari kata wadha'a Asy-Syaia, yang berarti menurunkannya. Dinamakan seperti itu, karena memang menurunkan derajatnya. Sedangkan menurut istilah hadits maudhu’ adalah kedustaan yang dibuat dan direka-reka yang disandarkan atas nama Rasulullah dan ia termasuk periwayatan yang paling jelek. B. Awal Munculnya Hadits Maudhu’ Perpecahan kaum Muslimin menjadi beberapa kelompok setelah fitnah (masa setelah terbunuhnya Utsman bin Affan), menjadikan setiap kelompok mencari dukungan dari Al Qur'an dan As Sunah. Sebagian kelompok mentakwilkan Al-Qur'an bukan pada makna sebenarnnya. Dan membawa As Sunah bukan pada maksudnya. Bila mereka mentakwilkan hadits mereka menisbatkan kepada Nabi. Apalagi tentang keutamaan para Imam mereka. Dan kelompok yang pertama melakukan hal itu adalah Syi'ah. Hal ini tidak pernah terjadi pada masa Rasulullah dan tidak pernah dilakukan seorang shahab…

FASE-FASE PERJALANAN HADIS NABAWI

FASE-FASE PERJALANAN HADIS NABAWI A. Masa Rasulullah Perjalanan hadis di masa Rasul tidak dapat dipisahkan dengan hadis di masa sahabat. Karena di zaman Rasulullah sahabat juga mempunyai peran dalam proses periwayatan. Oleh sebab itu pembahasan fase ini juga akan menyinggung peran sahabat saat itu. Patut diketahui, bahwa hadis pada zaman Rasulullah diterima dan diriwayatkan oleh para sahabat dengan secara oral (syafahiyyan). Saat itu tidak dikenal dikenal periwayatan dengan tulisan. B. Masa Sahabat (Abad Pertama Hingga Awal Abad II) Masa ini sering diistilahkan dengan “masa pertumbuhan” (daur al-Nusyu’). Masa ini berjalan kurang lebih satu abad, mulai dari awal hingga penghujung abad pertama. Pada masa sahabat hadis dapat terjaga dengan sempurna. Menurut Nuruddin al-‘Ithir, ada beberapa faktor yang berperan dalam menjaga dalam keotentikan hadis, di antarannya: 1. Kecerdasan para sahabat dan kejernihan pikiran mereka. Lingkungan masyarakat Arab saat itu cukup kondusif dalam menjaga …

SEJARAH HIDUP ENAM TOKOH PENGHIMPUN HADIS

SEJARAH HIDUP ENAM TOKOH PENGHIMPUN HADIS 1. Imam Bukhori Imam Bukhari (semoga Allah merahmatinya) lahir di Bukhara, Uzbekistan, Asia Tengah. Nama lengkapnya adalah Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al-Mughirah bin Badrdizbah Al-Ju'fiy Al Bukhari, namun beliau lebih dikenal dengan nama Bukhari. Beliau lahir pada hari Jumat, tepatnya pada tanggal 13 Syawal 194 H (21 Juli 810 M).  Karya-Karya Imam Bukhori Karyanya yang pertama berjudul "Qudhaya as Shahabah wat Tabi’ien" (Peristiwa-peristiwa Hukum di zaman Sahabat dan Tabi’ien). Di Tanah Suci beliau menulis kitab "At-Tarikh" (sejarah). Karya Imam Bukhari lainnya antara lain adalah kitab Al-Jami' ash Shahih, Al-Adab al Mufrad, At Tharikh as Shaghir, At Tarikh Al Awsat, At Tarikh al Kabir, At Tafsir Al Kabir, Al Musnad al Kabir, Kitab al 'Ilal, Raf'ul Yadain fis Salah, Birrul Walidain, Kitab Ad Du'afa, Asami As Sahabah dan Al Hibah. Diantara semua karyanya tersebut, yang paling monume…

Riwayat Ibnu Khaldun

Ibnu Khaldun merupakan salah satu ilmuwan muslim yang hidup di abad 15 M, hasil pemikirannya tentang fenomena sosial, hubungan erat antara sains dan agama, pandangannya tentang manusia, tujuan pendidikan, metode pembelajaran serta tentang profesionalisme guru yang telah diadopsi oleh para ilmuwan sampai sekarang. Corak pemikiran yang rasionalistik-empiris-relegius kiranya telah menjadi dasar pijakan dalam membangun teori-teorinya dalam pendidikan Rumusan konsep Ibnu Khaldun merupakan reformasi terhadap pendapat Imam al-Ghozali tentang tujuan pendidikan, yaitu agar manusia mencapai tingkatannya sebagai haqiqat al-insaniyah. Dia berhasil memadukan antara filsafat dan sosiologi dengan pendidikan. Sehingga konsep pendidikannya mengarah kealiran realis-pragmatis dengan tujuan agar arah terhadap visi tujuan pendidikan Islam secara ideal dan praktis. Ia mengarahkan isi pembelajaran lebih komunikatif, metode pembelajaran dari pedagogis dogmatis menjadi andragogy dialogis. Dia juga mengaitkan…

Sumber-Sumber Hukum Islam

BAB II PEMBAHASAN A. Al Quran a. Pengertian Al Quran Sebagaimana telah disinggung sebelum ini tentang sumber dalil dalam hukum Islam, maka Al Quran merupakan sumber utama dalam pembinaan hukum Islam. Al Quran yang dapat diartikan dengan membaca, namun yang dimaksud dengan Al Qura dalam uraian ini ialah,”kalamullah yang diturunkan berperantakan ruhul amin kepada Nabi Muhammad saw dalam bahasa arab, agar menjadi hujjah bagi Rasul bahwa ia adalah utusan Allah dan agar menjadi pelajaran bagi orang yang mengikuti petunjuknya. Menjadi ibadah bagi siapa yang membacanya, ia ditulis di atas lembaran mushaf, dimulai dengan surah Al Fatihah dan di akhiri dengan surah An Naas. Yang disampaikan kepada kita secara mutawatir, baik melalui tulisan atau bacaan dari satu generai ke generasi berikutnya. Dan terpelihara dari perubahan dan pergantian . Sebagaimana telah disebutkan bahwa sedikitpun tidak ada keraguan atas kebenaran dan kepastian isi Al Quran itu, dengan kata lain Al Quran itu benar-benar…