Skip to main content

ASAS SOSIOLOGI KURIKULUM

ASAS SOSIOLOGI KURIKULUM BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kurikulum merupakan sesuatu yang sangat penting bagi keberhasilan suatu pendidikan. Tanpa kurikulum yang sesuai dan tepat akan sulit untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan yang diinginkan. Dalam penyusunan kurikulum, terdapat asas-asa yang mendasarinya. Salah satunya adalah asas sosiologis, yang mana realitas social masyarakat juga mempengaruhi perkembangan pendidikan. Dalam sejarah pendidikan di Indonesia, sudah beberapa kali diadakan perubahan dan perbaikan kurikulum yang bertujuan untuk menyesuaikan dengan perkembangan masyarakat dan perkembangan zaman, guna mencapai hsil yang maksimal. 1.2 Rumusan Masalah 1. Apa pengertian asas sosiologis kurikulum? 2. Dari segi sosiologis, fungsi apa yang dapat dipandang oleh masyarakat dalam sistem pendidikan dan lembaga pendidikan? 3. Apa saja yang menjadi kebutuhan masyarakat? 1.3 Tujuan Masalah Tujuan dibuatnya makalah ini adalah agar si pembaca dapat mengerti serta memahami tantang asas-asas dalam kurikulum dan juga dapat memahami dengan rinci tentang pembagian dari asas-asas kurikulum sosiologis. Serta mengetahui fungsi sistem pendidikan dan sistem pendidikan dalam masyarakat dan juga mengetahui kebutuhan-kebutuhan masyarakat.   BAB II PEMBAHASAN Asas Sosiologis Sosiologis adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki berbagai gejala sosial hubungan antara individu dengan individu, antar golongan, lembaga social yang disebut juga ilmu masyarakat. Di dalam kehidupan sehari-hari anak selalu bergaul dengan lingkungan atau dunia sekitar. Dunia sekitar merupakan lingkungan hidup bagi manusia. Pada dasarnya dunia sekitar manusia dapat digolongkan menjadi tiga bagian besar : 1. Dunia Alam Kodrat Dunia alam kodrat yaitu segala sesuatu diluar diri manusia yang bukan buatan manusia, misalnya gunung, lautan, cuaca, sungai, hutan dan sebagainya. Pengaruh dunia ini terhadap manusia sangat kuat. Untuk mengubah dan menjinakkan pengaruh tersebut, manusia berusaha dengan menggunakan jasa ilmu dan teknologi. Dalam penyusunan isi bahan pelajaran alam kodrat dapat memberi inspirasi untuk dipelajarinya. Kurikulum hendaknya dapat merangsang pada yang bersangkutan untuk berusaha menguak dan menggunakan isi serta pengaruh alam kodrat untuk kesejahtraan manusia. Dengan demikian penyusunan kurikulum hendaknya berusaha untuk memasukkan problem-problem yang berupa gejala-gejala dalam alam kodrat pada lembaga pendidikan yang sesuai, dimulai dari gejala yang paling sederhana sampai dengan yang sangat kompleks dengan cara pendekatan secara langsung mulai dari observasi, survey sampai dengan penelitian yang serius dengan didasari pengalaman dan teori-teori yang mendukung sehingga hasilnya dapat diarahkan ke kebutuhan masyaakat luas. 2. Dunia sekitar Benda-Benda Buatan Manusia Dunia sekitar benda-benda buatan manusia ini dapat dibuat oleh manusia untuk keperluan kepuasan manusia dapat berupa yang paling sederhana sampai yang sangat kompleks. Dengan demikian atas dasar landasan ilmu pengetahuan dan diolah dengan ketrampilan akan melahirkan teknologi yang canggih, hingga perlu diajarkan pada lembaga-lembaga pendidikan yang sesuai, agar dapat menghasilkan segala sesuatu yang menjadi sarana dan prasarana pada masyarakat. 3. Dunia sekitar manusia Dunia sekitar manusia ini merupakan dunia sekitar yang paling komplek, selalu berubah dan dinamis. Interaksi antara individu yang satu dengan yang lain terjadi saling aktif. Oleh karena itu, agar interaksi dapat berjalan dengan tertib diadakan norma-norma, baik yang tertulis maupun tidak tertulis. Hal itu menimbulkan suatu system pengajaran atau pendidikan tersendiri yang akan menimbulkan berbagai macam model sekolah. (perencanaan dan pengembangan kurikulum : 62-64) Selain realitas sosial, budaya dan agama yang ada dalam masyarakat merupakan bagian kajian pengembangan kurikulum untuk digunakan sebagai landasan kurikulum. Nilai budaya masyarakat bersumber pada hasil karya akal budi manusia. Sehingga dalam menerima, menyebarluaskan, melestarikan atau melepaskannya, manusia menggunakan akalnya. Nilai keagamaan berhubungan erat dengan kepercayaan masyarakat terhadap ajaran dan nilai-nilai agama yang mereka anut. Oleh karena itu, nilai sosial budaya lebih bersifat sementara bila dibandingkan dengan nilai keagamaan. Oleh karena itu, jelas dalam pengembangan kurikulum kita harus berpijak pada nilai sosial budaya dan agama. Dalam asas sosiologis, ada kebutuhan masyarakat dan perkembangannya yang berpengaruh dalam perencanaan dan pengembangan kurikulum. Pengembangan kurikulum juga harus ditekankan pada pengembangan individu yang mencakup keterkaitannya dengan lingkungan social setempat. Karena pada hakekatnya, pengembangan kurikulum adalah kebutuhan masyarakat yang dilayani melalui kurikulum yang dikembangkan. Sedangkan perkembangan masyarakat akan menuntut tersedianya proses pendidikan yang sesuai dengan perkembangan masyarakat, maka diperlukan rancangan berupa kurikulum yang landasannya berupa perkembangan masyarakat itu sendiri. (konsep dan makna pembelajaran:250-251) Asas sosiologis memiliki peran penting dalam pengembangan kurikulum pendidikan pada masyarakat dan bangsa di muka bumi ini. Suatu kurikulum pada prinsipnya mencerminkan keinginan, cita-cita tertentu dan kebutuhan masyarakat. Karena itu sudah sewajarnya kalau pendidikan memperhatikan aspirasi masyarakat, dan pendidikan mesti memberi jawaban atas tekanan-tekanan yang datang dari kekuatan sosio-politik-ekonomi-yang dominan. Berbagai kesukaran juga akan muncul apabila kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat, seperti: militer, politik, agama, industri, pemerintah, swasta, ekonomi, dan lain-lain, mengajukan keinginan yang bertentangan dengan kepentingan kelompok masing-masing. Akhirnya, sangat mungkin muncul tekanan dari sumber ekstenal, dari Negara lain (terutama Negara maju), organisasi internasional, dan lain-lain. Karena pada dasarnya persoalan pendidikan mempunyai keterkaitan dengan aspek lain: ekonomi, politik, dan lain-lain. Dari segi sosiologis, sistem pendidikan serta lembaga-lembaga pendidikan di dalamnya dapat dipandang sebagai badan yang mempunyai beberapa fungsi bagi kepentingan masyarakat antara lain: a. Mengadakan perbaikan dan perubahan sosial b. Mempertahankan kebebasan akademis dan kebebasan melaksanakan penelitian ilmiah c. Mendukung dan turut memberi sumbangan kepada pembanguna nasional d. Menyampaikan kebudayaan dan nilai-nilai tradisional e. Mengeksploitasi oang banyak demi kesejahtraan orang elit f. Mewujudkan revolusi sosial untuk melenyapkan pengaruh-pengaruh pemerintah terdahulu g. Mendukung kelompok-kelompok tertentu, antara lain kelompok militer, industri atau politik h. Menyebarluaskan falsafah, politik dan kepercayaan tertentu i. Membimbing dan mendisiplinkan jalan pikiran generasi muda j. Mendorong dan mempercepat laju kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi k. Mendidik generasi muda agar menjadi warga Negara nasional dan warga dunia l. Mengajarkan ketrampilan pokok, misalnya membaca, menulis, dan berhitung, serta m. Memberikan ketrampilan yang berhubungan dengan mata pencarian Banyak lagi aspek-aspek lain yang turut memberikanpengaruh mengenai apa yang harus dimasukkan kedalam kurikulum, yakni yang menjadi kebutuhan masyarakat (the needof society), antara lain: a. Interaksi yang kompleks antara kekuatan-kekuatan social, politik, ekonomi, militer, industry, dan kultural dengan masyarakat; b. Berbagai kekuatan dominan, sebagaimana diungkapkan diatas, dbrbagaiduia lainya yan erat hubungannya dengan negara bersangkutan; dan c. Pribadi pimpinan dan tokoh-tokoh yang memegang kekuasaan formal dan informal diberbagai lapisan masyarakat. Berkaitan dengan hal-hal diatas, para pegembang(developers)kurikulum, memiliki tugas atau tanggung jawab untuk: a. Mempelajari dan memahami kebutuhan masyarakat sebagaiman dirumuskan dalam undang-ndang peratuan, keputusan pemerintah, dan lain-lain; b. Menganalisis masyarakat di mana sekolah berada; c. Menganalisi syara dan tuntunan terhadap tenaga kerja, dan d. Menginterprestasi kebutuh individu dalam ruang lingkup kepentingan masyarakat Dalam mengambil suatu keputusan mengenai kurikulum, para pengembang meski merujuk pada lingkungan atau dunia di mana mereka tinggal, merespons berbagai kebutuhan yang dilontarkan atau diusulkan oleh beragam golongan dalam masyarakat (sebagaimana diungkapkan di atas) dan memahami tuntutan pencantuman nilai-nilai falsafah pendidikan bangsa dan berkaitan dengan falsafah pendidikan yang berlaku. Kadang-kadang, para pengembang kurikulum (curriculum developers) menghadapi bermacam kendala, antara lain ketentuan pemerintah yang hingga pada taraf tertentu membatasi keputusan yang diambilnya. Barangkali tatangan yang dihadapi developers makna beragam menurut tingkat kesukaran dan jenjang pendidikan yang ada. Tentu saja tingkat kesukaran dalam mengembangkan kurikulum untuk perguruan tinggi (Universitas, Akademi, Institut) tidak serumit atau sekompleks merumuskan dan mengembangkan kurikulum untuk tingkat sekolah dasr(SD/MI) dan Sekolah Menengah (SMP/MTs, SMA/ MA).Meskipun demikia, prinsip dasar dalam pengembangan itu sendiri tetap diberlakukan sama. Misalnya, perlu pemahaman filosofis bangsa, filosifis pendidikan, kebutuhan masyarakat dan lain-lain. Kebutuhan masyarakat perlu ditampung dan dianalisis, diseleksi dan diambil suatu keputusan, karenanya dalam proses pengembangan kurikulum ditemukan istilah a matter of choice, yakni persoalan pilihan. Sangat banyak kebutuhan masysarakat yang perlu dipilah-pilah, disaring, dan diseleksi.Agar kebutuhan itu menjadi suatu keputusan dalampengmbangan kurikulum, maka tugas pengembang kurikulum pun sangat kompleks. Menurut Abu Ahmad dan Nur Uhbiyati (1991:225), kompleksnya kehidupan dalam masyarakat disebabkan karen: 1. Dalam masyarakat terdapat tata kehidupan yang beraneka ragam; 2. Kepentingan antar-individu brbeda-beda; dan 3. Masyarakat selalu mengalami perubahan dan perkembangan. Kurikulum sedapat mungkin dibangun dan dikembangkan dengan tetap merujuk pada asas kemasyarakatan sekaligus dengan kebutuhan masyarakat.   BAB II KESIMPULAN Telah dijelaskan pada pertemuan yang lalu bahwa asas kurikulum di bagi menjadi 4 yaitu: asas filosofis, asas sosiologis, asas psikologis, dan asas teknologi. 1. Asas sosiologis adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki berbagai gejala sosial hubungan antara individu dengan individu, antar golongan, lembaga social yang disebut juga ilmu masyarakat. Di dalam kehidupan sehari-hari anak selalu bergaul dengan lingkungan atau dunia sekitar. Pada dasarnya dunia sekitar bisa digolongkan menjadi 3 bagian: 1. Dunia Alam Kodrat Yang disebut dengan dunia alam kodrat ini adalah segala sesuatu yang di luar diri manusia yang bukan buatan manusia. 2. Dunia Sekitar Benda-Benda Buatan Manusia Dunia sekitar benda-benda buatan manusia ini dapat dibuat oleh manusia untuk keperluan kepuasan manusia dapat berupa yang paling sederhana sampai yang sangat kompleks. 3. Dunia Sekitar Manusia Dunia sekitar manusia ini merupakan dunia sekitar yang paling komplek, selalu berubah dan dinamis. Interaksi antara individu yang satu dengan yang lain terjadi saling aktif. 2. Dari segi sosiologis, sistem pendidikan serta lembaga-lembaga pendidikan di dalamnya dapat dipandang sebagai badan yang mempunyai beberapa fungsi bagi kepentingan masyarakat antara lain: a. Mengadakan perbaikan dan perubahan sosial b. Mempertahankan kebebasan akademis dan kebebasan melaksanakan penelitian ilmiah c. Mendukung dan turut memberi sumbangan kepada pembanguna nasional d. Menyampaikan kebudayaan dan nilai-nilai tradisional e. Mengeksploitasi oang banyak demi kesejahtraan orang elit f. Mewujudkan revolusi sosial untuk melenyapkan pengaruh-pengaruh pemerintah terdahulu g. Mendukung kelompok-kelompok tertentu, antara lain kelompok militer, industri atau politik h. Menyebarluaskan falsafah, politik dan kepercayaan tertentu i. Membimbing dan mendisiplinkan jalan pikiran generasi muda j. Mendorong dan mempercepat laju kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi k. Mendidik generasi muda agar menjadi warga Negara nasional dan warga dunia l. Mengajarkan ketrampilan pokok, misalnya membaca, menulis, dan berhitung, serta m. Memberikan ketrampilan yang berhubungan dengan mata pencarian 3. Banyak lagi aspek-aspek lain yang turut memberikanpengaruh mengenai apa yang harus dimasukkan kedalam kurikulum, yakni yang menjadi kebutuhan masyarakat (the needof society), antara lain: 1. Interaksi yang kompleks antara kekuatan-kekuatan social, politik, ekonomi, militer, industry, dan kultural dengan masyarakat; 2. Berbagai kekuatan dominan, sebagaimana diungkapkan diatas, dbrbagaiduia lainya yan erat hubungannya dengan negara bersangkutan; dan 3. Pribadi pimpinan dan tokoh-tokoh yang memegang kekuasaan formal dan informal diberbagai lapisan masyarakat.   DAFTAR PUSTAKA Nasution, S. 2006. Asas-asas Kurikulum. Jakarta: Bumi Aksara. Dakir. 2004. Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum. Jakarta: Rineka Cipta. Sagala, Syaiful. 2010. Konsp dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta. Idi, Abdullah. 2007. Pengembangan Kurikulum, Teori dan Praktek. Depok: Arus Media.

Popular posts from this blog

Pengertian Astagatra dalam ketahanan nasional Indonesia

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang Indonesia merupakan suatu Negara kepulauan yang terletak di antara benua Asia dan benua Australia serta samudra pasifik dan samudra hindia. Masyarakat Indonesia adalah masyarakat majemuk yang hiterogen, didalamnya terdiri dari berbagai ras suku bangsa, bahasa, warna kulit, agama dan adat istiadat yang berbeda. Dari berbagai perbedaan tersebut sehingga dalam masyarakat Indonesia rawan dengan adanya konflik antara daerah yang satu dengan daerah yang lain. Oleh karena itu perlu adanya suatu strategi guna menjaga persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia. Dalam perkembangannya strategi tersebut tidak hanya untuk menanggulangi masalah konflik antar daerah di Indonesia tetapi juga untuk menghadapi segala gangguan yang datang dari luar Indonesia yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Rebublik Indonesia. Suatu Negara akan bisa utuh jika masyarakatnya menjaga perdamain dan persatuan. Terutama di Negara kita ini, yang didalamnya terdiri dari berbagai ras suku…