Skip to main content

MENJAGA KESUBURAN SISTEM REPRODUKSI

MENJAGA KESUBURAN SISTEM REPRODUKSI KATA PENGANTAR Alhamdulillahhirobbil‘alamin, atas kehadirat Allah SWT limpahan rahmat karunia dan hidayahnya dengan segenap tenaga dan kemampuan akhirnya kami penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ini dengan baik. Sholawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, sebagai suri tauladan yang baik bagi kita dalam semua kegiatan. Makalah ini merupakan tugas yang diberikan oleh dosen pengampu Psikologi Faal dengan judul “ Menjaga kesuburan system Reproduksi “, Oleh karena itu, kami penulis sebagai mahasiswa beliau, mengucapkan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak sebagai dosen pengampu mata kuliah tersebut, yang telah mempercayakan suatu tugas dan tanggung jawab kepada kami untuk di kerjakan dengan sebaik-baiknya meskipun masih ada kekurangan. Pembuatan makalah ini sangat diperlukan supaya penulis maupun pembaca dapat mengetahui dan memahami secara jelas tentang bagaimana menjaga kesuburan sisitem reproduksi . Penyusun sadar bahwa dirinya hanyalah manusia biasa yang pasti mempunyai banyak kesalahan dan kekurangan. Untuk itu kami menghargai kritik dan masukan yang positif serta saran yang bersifat membangun dari pengembangan makalah ini selanjutnya. Semoga laporan ini dapat berdampak positif pada kami, dan juga bisa menambah khasanah keilmuan dan turut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa bagi seluruh masyarakat, dan pada umumnya saudara-saudari mahasiswa-mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Islam Negari Maulana Malik Ibrahim Malang. Amin. Malang, Juni 2010 Penulis DAFTAR ISI KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI ii BAB I PENDAHULUAN 1 1.1 Latar Belakang 1 1.2 Rumusan Masalah 1 1.3 Tujuan 1 BAB II PEMBAHASAN 2 2.1 Reproduksi Pasangan suami Istri 2 2.2 Menjaga Kesuburan Sistem Reproduksi ………….. 6 BAB III PENUTUP 12 3.1 Kesimpulan 12 DAFTAR PUSTAKA 13   BAB I Pendahuluan 1.1. Latar Belakang untuk mengetahui bagaimana manjaga kesuburan reproduksi manusia yang sesuai dengan cara yang bagus dalam buku yang telah terpercaya kebeneraanya dan bisa dijadikan argumen sebagai petunjuk dalam kehidupan yanag kita hadapi, setelah kita mampu membuktikan kebeneraanya lantas bagaimana kita menerapkan yang sesuai dengan metode yang ada, banyak permasalahan yang kita hadapi kadang-kadang kita kurang mengetahui makanesmenya yang efektif, disitulah letak permasalahan kita sebagai mahluk yang kurang memperhatikan, kadanga-kadang kita menganggap Sesuatu dengan remah padahal permasalahnan yang kita hadapi cukup memberatkan dan mempertanggung jawabkan kita dalam kehidupan 1.2. Rumusan Masalah 1. Bagaimanakah system reproduksi manusia? 2. Bagaimana sisitem reproduksi yang subur? 3. Bagaimana menjaga system reproduksi? 1.3. Tujuan 1. untuk mengetahui sisitem reproduksi manusia. 2. untuk mengetahui sisitem reproduksi yang susbur. 3. untuk mengetahui bagaimana cara menjaga kesuburan sisitem reproduksi. BAB II Pembahasan 2.1. Reproduksi Pasangan Suami Istri Pola makan yang seimbang berguna untuk meningkatkan kesuburan dan libido. Bisa menjadi terapi kesuburan bagi pasangan yang baru menikah dan mengharapkan kehadiran si kecil. Kesehatan setiap pasangan berpengaruh pada kesuburan mereka. Dengan menerapkan pola makan seimbang dan berolahraga teratur, kesehatan dan kebugaran seksual dapat terjaga. Kekurangan zat gizi tertentu dapat juga menyebabkan ketidaksuburan. Pasangan yang melakukan terapi kesuburan dapat menyusun perubahan pola makan dengan memperbaiki kandungan gizi agar pola makan lebih sehat. a. Perubahan Gaya Hidup Alkohol dapat memengaruhi kesuburan, juga mengurangi penyerapan vitamin B dan mineral seperti seng. Kekurangan vitamin B6 dan asam folat berkaitan dengan ketidaksuburan, sedangkan seng adalah salah satu zat gizi penting untuk produksi sperma. Karena dapat menurunkan jumlah dan kualitas sperma, sebaiknya hindari alkohol. Obesitas merupakan penyebab ketidaksuburan dan menurunnya libido pada pria dan wanita. Jika ingin menurunkan berat badan, sebaiknya kurangi asupan kalori. Namun, zat gizi esensial lainnya tetap dipertahankan (rendah kalori seimbang) untuk menjaga kesehatan calon ibu dan bayi. Merokok tidak hanya mengganggu kesehatan, tetapi juga dapat menurunkan kesuburan pada perempuan. Perempuan yang aktif merokok maupun pasif bisa mengalami datang bulan tidak teratur. b. Tingkatkan Jumlah Sperma Pria menghasilkan sperma setiap saat, tetapi jumlah dan kualitasnya tergantung pada jenis makanan yang dikonsumsi. Untuk menghasilkan sperma yang sehat, konsumsi bahan makanan yang kaya asam lemak esensial (seperti ikan dan minyak tidak jenuh ganda), vitamin A, B, C, dan E serta mineral seng dan magnesium. Saat sperma masuk ke dalam tubuh perempuan, tubuh akan mengeluarkan antibodi yang mempersulit “kerja” sperma dalam membuahi telur. Nah, vitamin C inilah yang mempermudah reaksi dan meningkatkan kesempatan terjadinya kehamilan. Seng dalam bentuk konsetrat dalam kelenjar seks pria, membantu menghasilkan sperma dan hormon pria. Pria biasanya kehilangan seng melalui keringat dan urin. Jika persediaan seng menipis, kadar sperma dan hormon pria jugs menurun. Tubuh membutuhkan seng dalam jumlah sangat kecil, yang dapat diambil dari sumber makanan atau suplemen. Seng juga ampuh melindungi tubuh terhadap infeksi. 2.2. Cara Meningkatkan Kesuburan Sistem Reproduksi Diet. Pria dan wanita yang menderita obesitas perlu menurunkan berat badan. Aktivitas. Lakukan aktivitas fisik yang menyenangkan agar tetap fit, seperti joging, jalan kaki, berenang, dan lain-lain. Hindari kafein. Kadar kafein yang tinggi dalam darah dapat menurunkan produksi hormon prolaktin, yang terkait dengan ketidaksuburan seseorang. Karena itu, batasi konsumsi kafein dan soft drink. Asup makanan kaya mineral. Contohnya, oyster, shellfish, sarden, udang, unggas, daging yang tidak berlemak, keju, telur, beras merah, whole grain, hati. Kesuburan pada masa prakonsepsi (sebelum hamil) dapat ditingkatkan dengan memilih makanan khusus seimbang untuk mencegah kelebihan berat badan dan tetap melakukan olahraga teratur. Fokus utama prakonsepsi adalah memprioritaskan asupan zat gizi, antara lain asam folat, zat besi, vitamin C, vitamin E, vitamin B6, seng, selenium, dan kalsium. 10 Jenis Bahan Makanan Penting: • Alpukat, mengandung vitamin C dan asam folat. • Daging sapi dan daging kambing, mengandung zat besi dan vitamin B12. • Buckwheat. • Kol dan keluarga kol, sumber asam folat. • Wortel, sumber vitamin A. • Kiwi, sumber vitamin C dan vitamin E. • Ikan herring, sarden, makarel, salmon, sumber omega-3. • Telur dan unggas, sumber protein. • Biji labu kuning, sumber vitamin E dan seng. • Kedelai dan hasilnya, sumber fitoestrogen. Bagi wanita, arti mandul ialah tidak mampu hamil karena indung telur mengalami kerusakan sehingga tidak mampu memproduksi sel telur. Sementara, arti mandul bagi pria ialah tidak mampu menghasilkan kehamilan karena buah pelir tidak dapat memproduksi sel spermatozoa sama sekali. Baik pria maupun wanita yang mandul tetap mempunyai fungsi seksual yang normal. Tetapi sebagian orang yang mengetahui dirinya mandul kemudian mengalami gangguan fungsi seksual sebagai akibat hambatan psikis karena menyadari kekurangan yang dialaminya. Tetapi istilah mandul acapkali digunakan untuk menyebut pasangan suami istri yang belum mempunyai anak walaupun telah lama menikah. Padahal pasangan suami istri yang belum mempunyai anak setelah lama menikah tidak selalu mengalami kemandulan. Yang lebih banyak terjadi adalah pasangan yang infertil atau pasangan yang tidak subur. Di Indonesia diduga terdapat sekitar 10-15 persen pasangan suami istri yang mengalami hambatan hamil, meliputi pasangan mandul dan infertil. Apakah kemandulan dapat diatasi? Kemandulan tidak dapat diatasi dengan cara apapun. Masalahnya, gangguan yang terjadi berupa kerusakan yang permanen pada buah pelir atau indung telur sehingga masing-masing tidak dapat memproduksi sel spermatozoa atau sel telur. Jadi baik pria maupun wanita yang mengalami kerusakan permanen pada buah pelir atau indung telurnya tidak perlu lagi berupaya mencari pengobatan atau jalan keluar lainnya karena pasti tidak akan berhasil. Satu hal yang mutlak harus diperhatikan ialah apakah masalah yang terjadi suatu kemandulan ataukah infertilitas (gangguan kesuburan). Kemandulan tidak sama dengan infertilitas (gangguan kesuburan), tetapi kedua istilah ini sering dikacaukan. Acapkali pasangan disebut mandul padahal sebenarnya tidak subur (infertil). Bagi banyak pasangan suami istri istilah mandul terkesan sangat menakutkan bahkan terasa seperti sesuatu yang tidak punya harapan lagi. Apa yang dimaksud dengan pasangan infertil atau tidak subur? Dalam keadaan normal dan tanpa menggunakan kontrasepsi, kehamilan terjadi pada 60 persen pasangan suami istri dalam waktu 6 bulan, pada 80 persen pasangan dalam waktu 9 bulan dan pada sekitar 90 persen pasangan suami istri dalam waktu 1 tahun. Pasangan suami istri yang telah melakukan hubungan seksual secara teratur tanpa kontrasepsi selama satu tahun tetapi belum mampu hamil dan melahirkan anak hidup disebut pasangan infertil atau pasangan tidak subur. Berarti pasangan tersebut mengalami masalah infertilitas (ketidaksuburan). Pada pasangan infertil, pihak suami masih mempunyai sel spermatozoa tetapi tidak dalam parameter normal karena mengalami suatu gangguan. Di pihak lain, pihak istri masih mempunyai sel telur tetapi mengalami gangguan, misalnya dalam perjalanan untuk masuk ke dalam rahim melalui saluran telur. Dengan pengertian ini jelaslah perbedaan antara pasangan infertil dengan pasangan mandul. Di masyarakat, tampaknya lebih banyak pasangan infertil dibandingkan dengan pasangan yang benar-benar mandul. Tetapi istilah mandul lebih sering digunakan di masyarakat walaupun yang dimaksud adalah gangguan kesuburan. Apa penyebab infertilitas? Banyak faktor yang menjadi penyebab infertilitas sehingga pasangan suami istri tidak mempunyai anak, antara lain: 1. Faktor hubungan seksual, yaitu frekuensi yang tidak teratur (mungkin terlalu sering atau terlalu jarang), gangguan fungsi seksual pria yaitu disfungsi ereksi, ejakulasi dini yang berat, ejakulasi terhambat, ejakulasi retrograde (ejakulasi ke arah kandung kencing), dan gangguan fungsi seksual wanita yaitu dispareunia (sakit saat hubungan seksual) dan vaginismus. 2. Faktor infeksi, berupa infeksi pada sistem seksual dan reproduksi pria maupun wanita, misalnva infeksi pada buah pelir dan infeksi pada rahim. 3. Faktor hormon, berupa gangguan fungsi hormon pada pria maupun wanita sehingga pembentukan sel spermatozoa dan sel telur terganggu. 4. Faktor fisik, berupa benturan atau temperatur atau tekanan pada buah pelir sehingga proses produksi spermatozoa terganggu. 5. Fakror psikis, misalnya stress yang berat sehingga mengganggu pembentukan set spermatozoa dan sel telur. Untuk menghindari terjadinya gangguan kesuburan pada pria maupun wanita, maka faktor-faktor penyebab tersebut tersebut harus dihindari. Tetapi kalau gangguan kesuburan telah terjadi, diperlukan pemeriksaan yang baik sebelum dapat ditentukan langkah pengobatannya. Apakah infertilitas dapat diatasi? Masalah infertilitas sebenarnya adalah masalah gangguan kesuburan pasangan. Gangguan kesuburan mungkin dapat diatasi, mungkin juga tidak dapat diatasi. Hal itu sangat tergantung kepada penyebabnya dan sejauh mana kesuburan telah terganggu. Berbagai cara dan pengobatan telah tersedia untuk mengatasi gangguan kesuburan, tetapi tidak selalu memberikan hasil yang diharapkan. Sebagai contoh, infertilitas yang disebabkan karena penyumbatan saluran telur. Cara yang ada untuk membuka kembali saluran relur yang tersumbat ternyata tidak memberikan hasil yang baik. Contoh lain, pengobatan gangguan sperma, mungkin memberikan hasil yang baik, mungkin juga tidak. Pengobatan gangguan sperma yang disebabkan karena infeksi pada buah pelir, pada umumnya tidak memuaskan. Itu berarti tidak semua pasangan infertil dapat mengatasi masalahnya dan dapat mempunyai anak. Karena itu, pada keadaan di mana gangguan kesuburan tidak dapat diatasi, dilakukan cara lain yang merupakan cara pintas. Cara pintas ini tidak lagi bertujuan memperbaiki gangguan kesuburan, melainkan langsung ke tujuan akhir, yaitu menghasilkan kehamilan. Cara pintas yang tersedia ialah inseminasi buatan dengan menggunakan sperma suami dan tehnik “bayi tabung”. Inseminasi buatan dengan sperma suami dilakukan bila terjadi gangguan kualitas dan kuantjtas sperma, gangguan dalam melakukan hubungan seksual sehingga sperma tidak dapat masuk ke vagina, dan gangguan mulut rahim sehingga sel spermatozoa gagal masuk ke dalam rahim. Cara mendapatkan kehamilan dengan menggunakan tehnik “bayi tabung” telah dikembangkan sejak tahun 1970 oleh dokter Patrick Steptoe dan Prof. Robert Edwards. Delapan tahun kemudian hasil teknologi itu telah menghasilkan seorang bayi wanita. Dalam perkembangannya beberapa cara tehnik “bayi tabung” telah dilakukan, mulai dari GIFT (Gamete Intra-Fallopian Transfer), ZIFT (Zygote Intra-Fallopian Transfer), IVF-ET (In-Vitro Fertilization-Embryo Transfer), sampai ke ICSI (Intra Cytoplasmic Sperm Injection). Tehnik “bayi tabung” dilakukan bila terjadi gangguan sperma dan gangguan sistem reproduksj wanita yang menghambat pertemuan sel spermatozoa dengan sel telur. Dengan tehnik ini, sel spermatozoa dan sel telur dipertemukan di luar tubuh wanjta. Setelah hasil pertemuan itu berkembang, kemudian dimasukkan ke dalam rahim dan berkembang seperti kehamilan normal. Tetapi berbagai cara “bayi tabung” yang ada sampai saat ini, tetap tidak menjamin kehamilan pasti berhasil. Di masyarakat muncul anggapan salah, seolah-olah tehnik “bayi tabung” adalah segalanya. Seolah-olah dengan cara ini pasangan infertil pasti dapat menjadi hamil dan mempunyai anak. Padahal ternyata tidak demikian. Keberhasilan tehnik “bayi tabung” dengan cara yang paling mutakhir dan di negara maju sekalipun, masih tergolong rendah sementara biaya yang diperlukan sangat tinggi.   BAB III Penutup 3.1. Kesimpulan Dalam hubungan suami istri diharusakan menjaga kesehatan baek dari pola makana dan olahraga kerana mempengaruhi terhadap seks suami istri dan juga mempengarui terhadap si kecil yang kita kandung, banyak cara-cara yang kita harus penuhi ketika dalam hubungan suami istri, yang sangat mempengarui dalam gizi kita dalah menuman yang bertbau alkohol karena dapat mengahambat kesuburan vitamin B2 dan juga terhada seng yang mendorong kelancran saperma, makanan dan menuman harus kita atur sebaek mongkinuntuk menjag kesehatan, Obesitas merupakan penyebab ketidaksuburan dan menurunnya libido pada pria dan wanita. Jika ingin menurunkan berat badan, sebaiknya kurangi asupan kalori. Namun, zat gizi esensial lainnya tetap dipertahankan (rendah kalori seimbang) untuk menjaga kesehatan calon ibu dan bayi. Merokok tidak hanya mengganggu kesehatan, tetapi juga dapat menurunkan kesuburan pada perempuan. Perempuan yang aktif merokok maupun pasif bisa mengalami datang bulan tidak teratur. Banyak kita temukan perempuan yang merokkok yang menghambat terhadap kesehatan. Daftar Pustaka Sumber :http://www.akupercaya.com/forums/sport-health/12973-tips-merawat-mr-p-4.html

Popular posts from this blog

Pengertian Astagatra dalam ketahanan nasional Indonesia

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang Indonesia merupakan suatu Negara kepulauan yang terletak di antara benua Asia dan benua Australia serta samudra pasifik dan samudra hindia. Masyarakat Indonesia adalah masyarakat majemuk yang hiterogen, didalamnya terdiri dari berbagai ras suku bangsa, bahasa, warna kulit, agama dan adat istiadat yang berbeda. Dari berbagai perbedaan tersebut sehingga dalam masyarakat Indonesia rawan dengan adanya konflik antara daerah yang satu dengan daerah yang lain. Oleh karena itu perlu adanya suatu strategi guna menjaga persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia. Dalam perkembangannya strategi tersebut tidak hanya untuk menanggulangi masalah konflik antar daerah di Indonesia tetapi juga untuk menghadapi segala gangguan yang datang dari luar Indonesia yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Rebublik Indonesia. Suatu Negara akan bisa utuh jika masyarakatnya menjaga perdamain dan persatuan. Terutama di Negara kita ini, yang didalamnya terdiri dari berbagai ras suku…