Skip to main content

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Aspek-aspek yang di evaluasi: a. Aspek Kurikulum b. Aspek Materi c. Aspek Tenaga Pengajar d. Aspek Mahasiswa e. Aspek Pengelola 2. Evaluasi Mingguan Dari sejumlah tenaga pengajar (57 Dosen) di kelompokkan menjadi 5 kelompok, yang di setiap kelompok dikoordinir oleh seorang dosen sebagai koordinator. a. Mereka bertemu setiap hari sabtu. Dalam pertemuan tersebut masing-masing dosen memberikan informasi tentang berbagai hal yang menyangkut Proses Belajar Mengajar (KBM) selama 1 minggu. b. Dari hasil informasi tersebut kemudian di evaluasi secara bersama-sama, yang selanjutnya di rumuskan materi, metode pendekatan sera bentuk-bentuk pengembagan untuk di laksanakan seminggu yang akan datang. 3. Evaluasi 2 Mingguan a. Setiap 2 minggu sekali di adakan evaluasi secara menyeluruh, baik menyangkut dosen, mahasiswa, staff dan penataan administrasi. b. evaluasi diadakan 2 tahap dengan waktu yang berbeda. Tahap pertama, di ikuti oleh tenaga pengajar, wali kelas dan staff pengelola. Tahap kedua, adalah evaluasi yang dilakukan unit pengelola dengan seluruh ketua kelas dan wakilnya. c. Evaluasi ini bertujuan ingin mengali problema-problema yang muncul selama 2 minggu dari berbagai pihak, baik dosen, mahasiswa, wali kelas, dan staff pengelola, yang selanjutnya dai berbagai informasi yang masuk tadi di jadikan acuan untuk membuat pertimbangan-pertimbangan dan selanjutnya untuk di rumuskan sebagai keputusan. 4. Evaluasi Tahapan a. Evaluasi ini dilaksanakan 4 kali dalam setahun, yang di bagi menjadi 4 tahapan yaitu: o Tahapan pertama 3 bulan pertama o Tehapan kedua 3 bulan kedua o Tahapan ketiga 3 bulan ketiga o Tahapan keempat 3 bulan keempat b. Tujuan evaluasi ini adalah untuk mengetahui bebagai hal, hususnya pencapaian materi setiap akhir tahapan. c. Evaluasi ini titik tekannya adalah pencaspaian penguasaan bahasa arab peserta didik d. Evaluasi yang demikian ini meliputi empat kemahiran bahasa secara seimbang yaitu istima’, kalam, qira’ah dan kitabah. e. Bagi mahasiswa yang sudah mencapai akhir tahapan ketiga dan tenyata kemampuan bahasa belum memadai baik sari seluruh kemahian maupun sebagian, maka diadakan pelajaran tambahan (remedial teaching) yang di adakan pagi hari.

Popular posts from this blog

CONTOH AGENDA ACARA MUSYAWARAH BESAR

KETETAPAN AGENDA ACARA MUSYAWARAH BESAR ( MUBES ) I II IKATAN PEMUDA PELAJAR MAHASISWA (IPPM) BUNDO KANDUANG MALANG Tahun 2012 Minggu, 16 November 2010 WAKTU KEGIATAN PETUGAS TEMPAT 0 7 . 3 0 – 0 8 .00 Persiapan panitia Panitia Aula Rumah Bapak Prof. Dr. Safrion, MS 0 8 . 3 0 – 09.30 Pembukaan : F   Master of Ceremony (MC) F   Pembacaan Ayat suci alquran F   Sari Tilawah F   Menyanyikan Lagu Indonesia Raya F   Laporan Ketua Panitia F   Sambutan Ketua IPPM Bundo Kanduang Malang F   Sambutan Tuan Rumah F   Sambutan Ketua IKM Sehati Malang sekaligus membuka acara secara resmi F   Doa F   Penutup Robert   Ardian Maulid Wanda Wanda Iqsan Dinata Andri Zulanda Prof. Dr. Safrion, MS Prof. Dr. dr.H.Achdiat Agoes, Sp. S Eka Rizal, S.Pd 09.30 – 11.30 §       SIDANG PLENO I : Pembahasan Agenda Acara MUBES I

Pengertian Astagatra dalam ketahanan nasional Indonesia

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Indonesia merupakan suatu Negara kepulauan yang terletak di antara benua Asia dan benua Australia serta samudra pasifik dan samudra hindia. Masyarakat Indonesia adalah masyarakat majemuk yang hiterogen, didalamnya terdiri dari berbagai ras suku bangsa, bahasa, warna kulit, agama dan adat istiadat yang berbeda. Dari berbagai perbedaan tersebut sehingga dalam masyarakat Indonesia rawan dengan adanya konflik antara daerah yang satu dengan daerah yang lain. Oleh karena itu perlu adanya suatu strategi guna menjaga persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia. Dalam perkembangannya strategi tersebut tidak hanya untuk menanggulangi masalah konflik antar daerah di Indonesia tetapi juga untuk menghadapi segala gangguan yang datang dari luar Indonesia yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Rebublik Indonesia. Suatu Negara akan bisa utuh jika masyarakatnya menjaga perdamain dan persatuan. Terutama di Negara kita ini, yang didalamnya terdiri dar

CONTOH TATATERTIB MUSYAWARAH BESAR

KETETAPAN TATA TERTIB MUSYAWARAH BESAR (MUBES) I II IKATAN PEMUDA PELAJAR MAHASISWA ( IPPM ) BUNDO KANDUANG MALANG Tahun 2012 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Musyawarah Besar IPPM Bundo Kanduang merupakan rapat tertinggi ditingkatan Organisasi daerah IPPM Bundo Kanduang Malang 2.       Musyawarah Besar I II   adalah forum permusyawaratan untuk mengemban amanat oganisasi dan dilaksanakan pada akhir periode untuk menghasilkan rekomendasi kepada kepengurusan yang selanjutnya 3.       Musyawarah Besar I II merupakan permusyawaratan anggota IPPM Bundo Kanduang Malang yang disingkat dengan MUBES I II BAB II TUGAS DAN WEWENANG Pasal 2 Menetapkan pola dan garis-garis besar kebijakan didalam penyelenggaraan organisasi ikatan pemuda pelajar mahasiswa bundo kanduang Mengevaluasi dan mengesahkan laporan pertanggung jawaban pengurus IPPM bundo kanduang Membahas sekaligus menetapkan AD/ART organisasi ikatan pemuda pelajar mahasi