Skip to main content

Statistik

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Statistik hanya digunakan untuk mendiskrpsikan keadaan dan menyelesaikan problematika kenegaraan hal itu yang terjadi dimasa lampau. seperti perhitungan sensus penduduk, mencatat perkembangan hasil pertanian, pembayaran pajak dan lain sebagainya. Namun di era globalisasi ini hampir semua bidang menggunakan statistik bergantung pada masalah yang dijelaskan oleh nama statistik itu sendiri. Pada setiap lapangan pekerjaan, baik pemerintahan, pendidikan, pertanian, perdagangan, maupun lapangan pekerjaan lain, setiap pimpinan instansi selalu berhubungan dengan masalah atau persoalan yang antara lain dinyatakan dengan angka-angka. Untuk memberikan sebuah kesimpulan, seorang pimpinan instansi menyusun dan menyajikan angka- angka tersebut dalam sebuah daftar atau tabel. Inilah yang disebut statistik. Perkembangan-perkembangan yang terjadi di dalam masyarakat menjadikan statistik memiliki makna yang sangat berbeda dengan konsep awalnya. Pada konsep yang lebih modern, statistik diartikan sebagai suatu metode dan prosedur yang digunakan untuk melakukan pengumpulan, pengolahan, penafsiran, dan penarikan kesimpulan data-data hasil penelitian. 1.2 Rumusan masalah 1. Pengertian statistik dan statistika 2. Fungsi statistik dalam dunia pendidikan 1.3 Tujuan pembahasan 1. Mengetahui pengertian statistik dan statistika 2. Mengetahui fungsi statistik dalam dunia pendidikan BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Statistik dan Statistika Secara etimologi, statistik berasal dari kata state (Yunani), yaitu negara. Pada zaman dahulu statistik hanya digunakan untuk menggambarkan keadaan dan menyelesaikan problem-problem kenegaraan saja. Pada masa itu pula, statistik dipahami sebagai kumpulan angka-angka tentang jumlah penduduk, angka tentang pendapatan masyarakat dan angka-angka lain yang berhubungan dengan masalah-masalah pemerintahan atau kenegaraan. Istilah statistik terbentuk dari konsep-konsep seperti yang dipahami oleh masyarakat pada masa itu, yaitu segala sesuatu yang bersangkut paut dengan negara atau state. Dari kata state ini kemudian dikenal istilah statistik yang digunakan sampai sekarang. Kata “statistik” dalam istilah “statistik pendidikan” diartikan sebagai ilmu pengetahuan (cabang statistika) yang membahas dan mengembangkan prinsip-prinsip, metode, dan prosedur yang digunakan sebagai cara pengumpulan, menganalisis, serta menginterpretasikan sekumpulan data yang berkaitan dengan dunia pendidikan. Pada konsep yang lebih modern, statistik diartikan sebagai suatu metode dan prosedur yang digunakan untuk melakukan pengumpulan, pengolahan, penafsiran dan penarikan kesimpulan pada data hasil penelitian. Dapat kami simpulkan bahwa statistik adalah kesimpulan fakta berbentuk angka yang disusun dalam bentuk daftar atau tabel yang menggambarkan suatu persoalan. Nama statistik bergantung pada masalah yang dijelaskan oleh statistik itu. Untuk memperoleh sekumpulan informasi yang menjelaskan masalah untuk menarik kesimpulan yang benar tentu saja harus melalui beberapa proses, yaitu melalui proses pengumpulan informasi, pengolahan informasi, dan proses penarikan kesimpulan. Kesemuanya itu memerlukan pengetahuan tersendiri yang disebut statistika. Statistika adalah pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan data, pengolahan atau penganalisisannya dan penarikan kesimpulan berdasarkan kumpulan data dan penganalisisan yang dilakukan. Dengan statistika pula, memungkinkan seseorang mendeskripsikan hubungan antara dua variabel atau lebih. Dengan diketahuinya hubungan-hubungan tersebut, maka seorang peneliti dapat memberikan beberapa alternatif keputusan atau tindakan. Melalui statistika seseorang dapat memprediksi apa yang akan terjadi, yakni dengan menganalisis hubungan peristiwa-peristiwa masa lalu dengan apa yang terjadi saat ini dalam masalah yang sama. Dalam perkembangannya untuk menyelesaikan suatu masalah dapat digunakan beberapa pendekatan antara lain statistika dalam arti sempit dan dalam arti luas. Statistika dalam arti sempit (deskriptif) ialah statistika yang mendeskripsikan tentang data yang disajikan dalam bentuk tabel, diagram, dan dalam bentuk lainnya. Sedangkan statistika dalam arti luas (induktif) ialah suatu alat pengumpul data, pengolah data, penarik kesimpulan, dan membuat tindakan berdasarkan analisis data yang dikumpulkan atau statistika yang digunakan menganalisis data sampel dan hasilnya digunakan untuk populasi. Dalam perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi (Iptek) saat ini, bahwa ilmu statistika telah mempengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Hampir semua kebijakan publik dan keputusan-keputusan yang diambil oleh pakar pendidikan atau para eksekutif (dalam ruang lingkup mereka) didasarkan dengan metode statistika serta hasil analisis dan interpretasi data, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Dengan statistika pula, memungkinkan seseorang mendeskripsikan hubungan antara dua variabel atau lebih. Dengan diketahuinya hubungan-hubungan tersebut, maka seorang peneliti dapat memberikan beberapa alternatif keputusan atau tindakan. Melalui statistika seseorang dapat memprediksi apa yang akan terjadi, yakni dengan menganalisis hubungan peristiwa-peristiwa masa lalu dengan apa yang terjadi saat ini dalam masalah yang sama. Jadi statistika adalah pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan data, pengolahan atau penganalisisannya dan penarikan kesimpulan berdasarkan kumpulan data dan penganalisisan yang dilakukan. 2.2 Fungsi Statistik Dalam Dunia Pendidikan Statistik dalam dunia pendidikan dapat dirasakan manfaatnya oleh para pemakai (seperti pendidik, peserta didik, dan peneliti, dll) apabila banyak menunjang kelancaran tugas mereka. Misalnya dipakai dalam kegiatan evaluasi (penilaian) dan penelitian. Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam melaksanakan tugasnya, seorang pendidik akan senantiasa terlibat pada masalah penelitian dan penilaian. Yang dalam hal ini yang menjadi objek penelitian dan penilaiannya adalah hasil pendidikan setelah anak didik menempuh proses pendidikan selama jangka waktu yang telah ditentukan. Pada dasarnya data tentang hasil penilaian dan penelitian pendidikan siswa bermacam-macam. Ada yang bersifat kualitatif dan ada juga yang bersifat kuantitatif. Akan tetapi, data yang sebenarnya bersifat kualitatif diubah menjadi data yang bersifat kuantitatif. Dengan kata lain, terhadap hasil penilaian itu dilakukan kuantifikasi. Tujuan utama dari proses kuantifikasi ini adalah memudahkan pendidik untuk meneliti hasil pendidikan dan perkembangan peserta didik. Dan pendidik akan lebih bisa mendapatkan data yang pasti daripada menggunakan data kualitatif. Jadi kesimpulannya, fungsi statistik adalah sebagai alat bantu. Mengingat peranannya sebagai alat bantu, maka perlu disadari bahwa kunci keberhasilan analisis statistik masih terletak pada pemakaiannya. Anggapan yang menyatakan bahwa statistik itu merupakan alat analisis yang paling canggih, maupun anggapan bahwa tanpa statistik maka penelitian yang dilakukan kurang bisa dipertanggungjawabkan, hatus dibuang jauh-jauh. Statistik juga mempunyai beberapa fungsi bagi para pendidik, antara lain: • Memperoleh gambaran, baik gambaran secara umum maupun khusus tentang suatu gejala, keadaan, atau peristiwa. • Menyusun laporan yang berupa data kuantitatif dengan secara teratur, ringkas, dan jelas. • Mengikuti perkembangan mengenai gejala, keadaan, atau peristiwa tersebut dari waktu ke waktu. • Mengetahui, apakah gejala yang satu ada hubungannya dengan gejala lain. Data statistik yang sering dijumpai dalam dunia pendidikan biasanya berupa: • Data prestasi belajar siswa ( misalnya nilai hasil tes dan hasil rapor). • Data tentang gambaran peserta didik, tenaga pengajar, pegawai, dan lulusan (misalnya jumlah siswa, dan guru berkualifikasi). • Data tentang anggaran pendidikan (misalnya belanja rutin pegawai, dana kesiswaan). • Data tentang kepustakaan (misalnya jumlah alat sekolah, jumlah buku). BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Kata statistik berasal dari kata status (bahasa Latin) yang mempunyai persamaan arti dengan kata state (bahasa Inggris) atau kata staat (bahasa Belanda) yang mempunyai arti Negara. Statistik adalah kumpulan bahan keterangan baik itu bersifat kualitatif maupun kuantitatif yang memiliki fungsi dan kegunaan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Untuk dapat memperoleh sekumpulan informasi yang menjelaskan masalah untuk menarik kesimpulan yang benar dibutuhkan pengetahuan tersendiri yang disebut statistika. Statistika adalah suatu kumpulan prinsip dan prosedur yang dikembangkan untuk pengumpulan, pengklasifikasian, perangkuman, pemaknaan, dan pengomunikasian penggunaan data tersebut. Statistika sangat berperan penting dalam dunia pendidikan. Dan berbagai pihak telah merasakan keuntungan dari statistika. Fungsi statistika adalah sebagai alat bantu. Sebagai contoh saja, membantu seorang pendidik dalam melakukan penilaian dan penelitian terhadap hasil pendidikan siswa. Dengan itu, pendidik akan mendapatkan data yang lebih pasti. 3.2 Saran Penulis menyadari bahwa penulisan makalah dari awal sampai akhir masih sangat banyak kekurangan. Maka dari itu, penulis mengharapkan adanya kritik dan saran sebagai koreksi untuk penulisan makalah selanjutnya. Agar penulisan selanjutnya dapat lebih baik dan bermanfaat bagi kita. DAFTAR PUSTAKA 1. Subana. dkk. 2000. Statistik Pendidikan. Bandung : CV. Pustaka Setia. 2. Reksoatmodjo, Tedjo. 2007. Statistika untuk Psikologi dan Pendidikan. Bandung : Refika Aditama. 3. Riduwan. 2010. Dasar-dasar Statistika. Bandung : Alfabeta. 4. Sudjana. 2001. Metode Statistika. Bandung : Tarsito. 5. Winarsunu, Tulus. 2002. Statistika dalam Penelitian Psikologi dan Pendidikan. Malang : UMM Press. 6. Sugiyono. 2008. Statistika Untuk Penelitian. Bandung:Alfabeta 7. Hadi, Sutrisno. 2001. Statistik. Yogyakarta : UGM (Andi Offset). 8. Sudijono, Anas. 2006. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta : Rajawali Press. 9. N. Irianto, Agus. 2004. Statistik (Konsep Dasar dan Aplikasinya). Jakarta : Kencana.

Popular posts from this blog

CONTOH AGENDA ACARA MUSYAWARAH BESAR

KETETAPAN AGENDA ACARA MUSYAWARAH BESAR ( MUBES ) I II IKATAN PEMUDA PELAJAR MAHASISWA (IPPM) BUNDO KANDUANG MALANG Tahun 2012 Minggu, 16 November 2010 WAKTU KEGIATAN PETUGAS TEMPAT 0 7 . 3 0 – 0 8 .00 Persiapan panitia Panitia Aula Rumah Bapak Prof. Dr. Safrion, MS 0 8 . 3 0 – 09.30 Pembukaan : F   Master of Ceremony (MC) F   Pembacaan Ayat suci alquran F   Sari Tilawah F   Menyanyikan Lagu Indonesia Raya F   Laporan Ketua Panitia F   Sambutan Ketua IPPM Bundo Kanduang Malang F   Sambutan Tuan Rumah F   Sambutan Ketua IKM Sehati Malang sekaligus membuka acara secara resmi F   Doa F   Penutup Robert   Ardian Maulid Wanda Wanda Iqsan Dinata Andri Zulanda Prof. Dr. Safrion, MS Prof. Dr. dr.H.Achdiat Agoes, Sp. S Eka Rizal, S.Pd 09.30 – 11.30 §       SIDANG PLENO I : Pembahasan Agenda Acara MUBES I

Pengertian Astagatra dalam ketahanan nasional Indonesia

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Indonesia merupakan suatu Negara kepulauan yang terletak di antara benua Asia dan benua Australia serta samudra pasifik dan samudra hindia. Masyarakat Indonesia adalah masyarakat majemuk yang hiterogen, didalamnya terdiri dari berbagai ras suku bangsa, bahasa, warna kulit, agama dan adat istiadat yang berbeda. Dari berbagai perbedaan tersebut sehingga dalam masyarakat Indonesia rawan dengan adanya konflik antara daerah yang satu dengan daerah yang lain. Oleh karena itu perlu adanya suatu strategi guna menjaga persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia. Dalam perkembangannya strategi tersebut tidak hanya untuk menanggulangi masalah konflik antar daerah di Indonesia tetapi juga untuk menghadapi segala gangguan yang datang dari luar Indonesia yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Rebublik Indonesia. Suatu Negara akan bisa utuh jika masyarakatnya menjaga perdamain dan persatuan. Terutama di Negara kita ini, yang didalamnya terdiri dar

CONTOH TATATERTIB MUSYAWARAH BESAR

KETETAPAN TATA TERTIB MUSYAWARAH BESAR (MUBES) I II IKATAN PEMUDA PELAJAR MAHASISWA ( IPPM ) BUNDO KANDUANG MALANG Tahun 2012 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Musyawarah Besar IPPM Bundo Kanduang merupakan rapat tertinggi ditingkatan Organisasi daerah IPPM Bundo Kanduang Malang 2.       Musyawarah Besar I II   adalah forum permusyawaratan untuk mengemban amanat oganisasi dan dilaksanakan pada akhir periode untuk menghasilkan rekomendasi kepada kepengurusan yang selanjutnya 3.       Musyawarah Besar I II merupakan permusyawaratan anggota IPPM Bundo Kanduang Malang yang disingkat dengan MUBES I II BAB II TUGAS DAN WEWENANG Pasal 2 Menetapkan pola dan garis-garis besar kebijakan didalam penyelenggaraan organisasi ikatan pemuda pelajar mahasiswa bundo kanduang Mengevaluasi dan mengesahkan laporan pertanggung jawaban pengurus IPPM bundo kanduang Membahas sekaligus menetapkan AD/ART organisasi ikatan pemuda pelajar mahasi