Skip to main content

Strategi Pembelajaran Tarkib (sharf)

Tarkib adalah aturan-aturan yang mengatur penggunaan bahasa arab yang digunakan sebagai media untuk memahami kalimat. Adapun sharf membicarakan perubahan bentuk suatu kata kerja dari bentuk masa lalu (past), masa sekarang dan masa yang akan datang (present), bentuk perintah, perubahan bentuk kata kerja ke kata benda turunan, dan juga perubahan bentuk kata kerja sesuai pelaku dari perbuatan tersebut. A. Model Pembelajaran Tarkib 1. Model qiyasi (deduktif) yaitu memulai dengan kaidah baru kemudian memberi contoh-contoh 2. Model istiqraiy (induktif) yaitu yang dimulai dengan contoh-contoh yang baru, kemudian siswa diminta untuk memberi kesimpilan kaidahnya 3. Model al-mu’dilah (an-Nash Al-Araby) yaitu metode pembelajaran nahwu menggunakan metode yang bersambung tidak terpisah B. Strategi Pembelajaran Tarakib 1. Strategi pembelajaran tarakib pada tingkat dasar (Mubtadi’) Menggunakan pendekatan kerja antara dua orang yang biasa disebut dengan the power of two. a. Siapkan kertas latihan, model yang digunakan dapat berupa bacaan yang didalamnya terdapat kata-kata yang ingin dipelajari b. Mintalah masing-masing siswa untuk mengerjakan kalimat tersebut c. Mintalah siswa untuk berkelempok dua-dua dan mendiskusikan hasil kerja masing-masing d. Mintala pada masing-masing kelompok untuk menyampaikan hasil kerja mereka. e. Berikan kesempatan kepada kelompok lain untuk memberikan komentar atau pertanyaan f. Berikan klarifikasi terhadap hasil kerja kelompok tersebut agar tidak terjadi kesalahan 2. Strtegi pembelajaran tarakib pada tingkat menengah (Mutawassit) Pada tingkat menengah ini dapat menggunakan small group presentation, strategi ini dapat digunakan untuk mengerjakan kowaid. 1. Siapkan kertas yang berisi potongan(potongan kata) 2. Bagilah siswa pada kelompok-kelompok kecil (2-3 orang) 3. Mintalah masing-masing kelompok untuk menuliskan kalimat yang disusun dari kata-kata tersebut 4. Mintalah masing-masing kelompok untuk menyampaikan hasilnya di depan kelas 5. Berikan kesempatan pada kelompok lain untuk memberikan komentar atau pertanyaan 6. Berikan klarifikasi terhadap kerja kelompok tesebut dengan memberikan tambahan penjelasan tentang struktur kalimat yang telah mereka pelajari. C. Strategi pembelajaran tarakib pada tingkat lanjut (Mutaqaddim) Strategi pembelajaran tarakib pada tingkat lanjut dapat menggunakan strategi yang disebut dengan chart short. 1. Siapkan kertas yang telah dituliskan dengan kalimat dengan struktur yang berbeda-beda 2. Bagikan kartu tersebut kepada para siswa secara acak 3. Mintalah masing-masing siswa berkelompok sesuai dengan kategori kalimat yang ada dalam kartu masing-masing 4. Mintalah masing-masing siswa kelompok menuliskan kalimat-kalimat yang serupa tersebut dalam kertas maupun dalam bentuk file 5. Mintalah masing-masing kelompok menyampaikan hasilnya (presentasi) di depan kelas 6. Berikan kesempatan kelompok lain untuk memberikan komentar atau pertanyaan 7. Berikan klarifikasi secara menyeluruh dari hasil kerja kelompok tersebut

Popular posts from this blog

CONTOH AGENDA ACARA MUSYAWARAH BESAR

KETETAPAN AGENDA ACARA MUSYAWARAH BESAR ( MUBES ) I II IKATAN PEMUDA PELAJAR MAHASISWA (IPPM) BUNDO KANDUANG MALANG Tahun 2012 Minggu, 16 November 2010 WAKTU KEGIATAN PETUGAS TEMPAT 0 7 . 3 0 – 0 8 .00 Persiapan panitia Panitia Aula Rumah Bapak Prof. Dr. Safrion, MS 0 8 . 3 0 – 09.30 Pembukaan : F   Master of Ceremony (MC) F   Pembacaan Ayat suci alquran F   Sari Tilawah F   Menyanyikan Lagu Indonesia Raya F   Laporan Ketua Panitia F   Sambutan Ketua IPPM Bundo Kanduang Malang F   Sambutan Tuan Rumah F   Sambutan Ketua IKM Sehati Malang sekaligus membuka acara secara resmi F   Doa F   Penutup Robert   Ardian Maulid Wanda Wanda Iqsan Dinata Andri Zulanda Prof. Dr. Safrion, MS Prof. Dr. dr.H.Achdiat Agoes, Sp. S Eka Rizal, S.Pd 09.30 – 11.30 §       SIDANG PLENO I : Pembahasan Agenda Acara MUBES I

Pengertian Astagatra dalam ketahanan nasional Indonesia

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Indonesia merupakan suatu Negara kepulauan yang terletak di antara benua Asia dan benua Australia serta samudra pasifik dan samudra hindia. Masyarakat Indonesia adalah masyarakat majemuk yang hiterogen, didalamnya terdiri dari berbagai ras suku bangsa, bahasa, warna kulit, agama dan adat istiadat yang berbeda. Dari berbagai perbedaan tersebut sehingga dalam masyarakat Indonesia rawan dengan adanya konflik antara daerah yang satu dengan daerah yang lain. Oleh karena itu perlu adanya suatu strategi guna menjaga persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia. Dalam perkembangannya strategi tersebut tidak hanya untuk menanggulangi masalah konflik antar daerah di Indonesia tetapi juga untuk menghadapi segala gangguan yang datang dari luar Indonesia yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Rebublik Indonesia. Suatu Negara akan bisa utuh jika masyarakatnya menjaga perdamain dan persatuan. Terutama di Negara kita ini, yang didalamnya terdiri dar

CONTOH TATATERTIB MUSYAWARAH BESAR

KETETAPAN TATA TERTIB MUSYAWARAH BESAR (MUBES) I II IKATAN PEMUDA PELAJAR MAHASISWA ( IPPM ) BUNDO KANDUANG MALANG Tahun 2012 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Musyawarah Besar IPPM Bundo Kanduang merupakan rapat tertinggi ditingkatan Organisasi daerah IPPM Bundo Kanduang Malang 2.       Musyawarah Besar I II   adalah forum permusyawaratan untuk mengemban amanat oganisasi dan dilaksanakan pada akhir periode untuk menghasilkan rekomendasi kepada kepengurusan yang selanjutnya 3.       Musyawarah Besar I II merupakan permusyawaratan anggota IPPM Bundo Kanduang Malang yang disingkat dengan MUBES I II BAB II TUGAS DAN WEWENANG Pasal 2 Menetapkan pola dan garis-garis besar kebijakan didalam penyelenggaraan organisasi ikatan pemuda pelajar mahasiswa bundo kanduang Mengevaluasi dan mengesahkan laporan pertanggung jawaban pengurus IPPM bundo kanduang Membahas sekaligus menetapkan AD/ART organisasi ikatan pemuda pelajar mahasi