Skip to main content

PENGGUNAAN PERAGAAN DAN CONTOH BERGAMBAR DALAM MENINGKATKAN KONSENTRASI SISWA KELAS II DI MADRASAH IBTIDAIYAH(MI) AL-IHSAN SOMA PASAMAN DALAM MATA PELAJARAN BAHASA ARAB

PENGGUNAAN PERAGAAN DAN CONTOH BERGAMBAR DALAM MENINGKATKAN KONSENTRASI SISWA KELAS II DI MADRASAH IBTIDAIYAH(MI) AL-IHSAN SOMA PASAMAN DALAM MATA PELAJARAN BAHASA ARAB BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Madrasah Ibtidaiyah (MI) Alihsan adalah salah satu MI Swasta yang terletak  ± 9km dari pusat kecamatan Rao Mapat Tunggul Pasaman. Hal tersebut mengakibatkan sarana dan prasarana yang jauh dari kata cukup ditambah lagi dengan kurangnya kesadaran warga akan pentingnya pendiddikan bahasa arab bagi anak-anak. Guru yang ada di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Alihsan adalah guru yang berpredikat sebagai guru desa terpencil (GURDACIL),tetapi dengan adanya Bantuan Dana Operasional Sekolah (BOS) Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Ihsan berusaha menyesuaikan dengan kurikulum Tingkat satuan Pendidikan (KTSP), dimana setiap guru harus memiliki Kreatifitasnya masing-masing untuk memajukan siswa. Dari hasil observasi penulis lakukan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Alihsan bahwasanya konsentrasi siswa dalam mengikuti pelajaran bahasa arab di kelas II masih kurang sehingga akibatnya siswa kurang faham dengan materi yang diajarkan dan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran bahasa arab kelas II masih belum pada kategori cukup apalagi memuaskan yakni dengan perolehan nilai murni siswa tertinggi dibawah 7 (Tujuh). Melihat fanomena diatas, hal tersebut sebenarnya tidak boleh terjadi dan kalaupun realitanya sudah demikian maka seharusnya tidak boleh brlarut-larut dan kita selaku seorang guru perlu melaksanakan sebuah tindakan guna mengantisipasi dan meningkatkan kembali konsentrasi siswa sehingga prestasi belajar kembali didapatkan dan tujuan pembelajaran tercapai. B. Rumusan Masalah Apakah dengan penggunaan peraga dan Contoh bergambar dapat meningkatkan konsentrasi siswa kelas II di madrasah ibtidaiyah al ihsan soma pasaman dalam mata pelajaran Bahasa Arab? C. Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian bagi penulis adalah sebagai berikut : Dengan penggunaan peragaan dan contoh bergambar, siswa diharapkan dapat konsentrasi dalam belajar bahasa arab Jika sudah konsentrasi diharapkan siswa lebih faham dengan materi yang diajarkan dan lebih meningkatkan prestasi belajar dalam materi bahasa arab kelas II Madrasah Ibtidaiyah Soma-Pasaman. D. Hipotesis Tindakan Dengan menerapkan peragaan dan contoh siswa dapat berkonsentrasi dalam belajar bahasa arab kelas II Madrasah Ibtidaiyah sehingga prestasi belajar siswa meningkat. E. Manfaat Penelitian a. Bagi Guru Agar guru dapat memperbaiaki mutu kinerjanya atau meningkatkan proses pembelajaran secara berkesinambungan Untuk mengambangkan keterampilan guru untuk menghadapi permasalahan yang nyata dalam proses pembelajaran dikelas Meningkatkan profesionalisme guru. b. Bagi Siswa Mempu memahami materi pembelajaran yang disampaikan oleh guru Siswa dapat berlatih cara berpikir Siswa lebih berkonsentrasi melalui pengamatan alat peraga yang bersifat konhkrit c. Bagi Sekolah Membantu tanggung jawab sekolah dalam pelaksanaan kurikulum Membantu sekolah dalam meningkatkan Mutu Lulusan BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Pengertian Peragaan Yang di maksud dengan peragaan ialah metode mengajar dengan menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana berjalannya suatu proses pembentukan tertentu pada siswa Alat peraga adalah suatu alat yang dapat diserap oleh mata dan telinga dengan tujuan membantu guru agar proses belajar mengajar siswa lebih efektif dan efisien (Sudjana, 2002 :59 ). B. Kelebihan Metode Peragaan/Demonstran Kelebihan dari metode peragaan dan demonstrasi adalah: Perhatian anak didik dapat di pusatkan, dan titik berat yang di anggap penting oleh guru dapat di amati Perhatian anak didik akan lebih terpusat pada apa yang di Demonstrasikan, jadi proses anak didik akan lebih terarah dan akan mengurangi perhatian anak didik kepada masalah lain Dapat merangsang siswa untuk lebih aktif dalam mengikuti proses belajar Dapat menambah pengalaman anak didik Bisa membantu siswa ingat lebih lama tentang materi yang di sampaikan Dapat mengurangi kesalah pahaman karna pengajaran lebih jelas dan kongkrit Dapat menjawab semua masalah yang timbul di dalam pikiran setiap siswa karna ikut serta berperan secara langsung. C. Tujuan Dari Alat Peraga Adapun tujuan dari alat peraga yaitu: 1. Memperkenalkan, membentuk, memperkaya, serta memperjelas 2. Mengembangkan sikap yang dikehendaki 3. Mendorong kegiatan siswa lebih lanjut. D. Pengertian Kartu Bergambar Kartu bergambar adalah suatu benda yang terbuat dari kertas dan lain sebagainya yang berbentuk kartu disertai dengan gambar yang merupakan visualisasi terhadap bentuk tertentu yang menyerupai aslinya. Gambar adalah suatu bentuk alat peraga yang nampaknya saling dikenal dan saling dipakai, karena gambar disenangi oleh anak berbagai unur, diperoleh dalam keadaan siap pakai, dan tidak mengita waktu persiapan. E. Pengertian Konsentrasi Untuk memahami lebih jauh mengenai konsentasi, penyusun mengutip beberapa pendapat ahli Konsentrasi adalah kemampuan untuk memusatkan perhatian kepada tugas dengan tidak terganggu dan terpengaruhi oleh stimuli yang bersifat internal maupun eksternal ( Schmid, Peper, Wilson, 2001 ) Selanjutnya Nideffer ( 2000 ) menjelaskan konsentrasi sebagai perubahan yang konstan yang berhubungan dengan dua dimensi yaitu dimensi luas (width) dan dimensi pemusatan (fokus). Berdasarkan dua pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa konsentrasi adalah kemampuan untuk memusatkan perhatian pada tugas dengan tidak terganggu oleh stimuli yang bersifat internal maupun eksternal sedangkan pelaksanaannya mengacu pada dimensi yang luas dan pemusatan pada tugas – tugas tertentu. Stimuli ekternal yang mengganggu konsentrasi dalam pernyataan tersebut seperti sorakan teman-teman, alunan musik yang keras, kata - kata menyakitkan , sedangkan stimuli internal seperti perasaan terganggunya tubuh dan terganggunya tubuh dan perasaan - perasaan lain yang mengganggu fisik dan psikis seperti “ saya lelah, saya tidak bisa” dan lain sebagainya. Dari teori diatas ternyata rangsangan dari luar dapat meningkatkan dan memberikan konsentrasi pada seseorang. BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Jenis penelitiannya yaitu penelitian tindakan kelas (PTK) dengan model kolaboratif partisipatoris. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, tes, wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi. Instrument yang digunakan untuk pengumpulan data yaitu lembar observasi pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan alat peraga dan contoh bergambar, lembar observasi aktivitas siswa, soal tes, pedoman wawancara. B. Tahapan Penelitian Tindakan Kelas Penelitian ini dilakukan di Madrasah ibtidaiyah soma-pasamandan dan difokuskan pada kelas II pada saat mengikuti kegiatan proses belajar mengajar mata pelajaran Bahasa Arab dengan jumlah siswa 37 orang, terdiri dari 11 orang laki-laki dan 26 orang perempuan. 1. Perencanaan a) Diskusi dengan Guru Pamong tentang kelas yang akan dipilih b) Diskusi dengan Guru mata pelajaran, Dosen pembimbing lapangan tentang penggunaan media Macromedia Flash Professional 8 dalam pembelajaran kosa kata dalam proses belajar mengajar c) Guru mata pelajaran membantu peneliti sebagai pengamat dalam kegiatan pembelajaran, memantau peneliti dalam melakukan kegiatan belajar mengajar d) Membuat perencanaan pembelajaran e) Menyusun materi yang akan disampaikan f) Membuat alat observasi untuk mengetahui keaktifan dan tingkat kreatifitas siswa dalam proses belajar mengajar g) Menyiapkan media Macromedia Flash Professional 8 yang akan digunakan dalam pembelajaran kosa kata h) Menyusun langkah-langkah pembelajaran i) Menyusun alat evaluasi 2. Pelaksanaan a) Pendahuluan - Awali dengan mengucapkan salam dan berdo'a. - Membaca Al-Quran dengan tartil. Pilih surat yang berkaitan dengan topik bahasan. - Penjelasan singkat tentang kompetensi dan materi yang akan dimiliki/dikuasai siswa sebagai hasil belajar b) Kegiatan Inti Guru memberikan ilustrasi seputar materi dengan menggunakan media Macromedia Flash Professional 8 Guru memberikan kosakata sesuai dengan materi yang akan disampaikan Selama kegiatan berlangsung, guru mengamati dan menilai kinerja siswa. c) Penutup Guru memberikan feed back terhadap kinerja siswa Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk bertanya Guru memberi tugas pada siswa untuk menghafal kosakata dari materi yang sudah dipelajari Diakhiri dengan doa dan salam 3. Observasi dan Interpretasi Selama kegiatan pembelajaran berlangsung, peneliti melakukan pengambilan data berupa hasil pengamatan dan hasil belajar siswa. Hasil pengamatan dicatat pada lembar observasi tentang perilaku siswa, yaitu: a. Kegiatan siswa selama kegiatan belajar mengajar berlangsung b. Nilai hasil tugas siswa di kelas dan nilai tes ulangan harian 4. Analisis dan Refleksi Berdasarkan data yang diperoleh dari tindakan yang telah dilakukan, maka data tersebut dianalisis untuk memastikan bahwa dengan menerapkan alat peraga dan contoh bergambar dapat meningkatkan konsentrasi siswa dalam belajar bahasa arab kelas II madrasah ibtidaiyah soma-pasaman Peneliti menggunakan alat peraga dan dan contoh bergambar Peneliti menggunakan tehnik reduksi data, paparan data, dan kesimpulan. Reduksi data merupakan proses pemilahan data yang relevan dan penting. Langkah yang digunakan yaitu dengan menyederhanakan dengan membuat fokus, klasifikasi, abstraksi data kasar menjadi data yang bermakna untuk dianalisis. Data yang telah direduksi selanjutnya disajikan dalam bentuk paparan data yang memungkinkan untuk ditarik kesimpulan. Kesimpulan merupakan intisari dari analisis yang memberikan dampak dari penelitian tindakan kelas. Data hasil pengamatan dan hasil belajar siswa, setelah dianalisis dapat digunakan untuk menyusun refleksi. Refleksi merupakan bagian integrasi dan interpretasi terhadap semua informasi yang diperoleh. C. Siklus Penelitian Dalam penelitian tindakan kelas ini, kami bagi menjadi dua siklus. Tiap siklus terdiri dua kali pertemuan. Hal ini berdasarkan 2 pokok bahasan, yakni ‘Al-Usroh (4 X 45 menit dengan 2 kali pertemuan), dan Al-Awamil Al-Yaumiyah (4 X 45 menit dengan 2 kali pertemuan). D. Instrumen Penelitian Dalam penelitian ini peneliti di lapangan menjadi syarat utama, peneliti mengumpulkan data dalam latar alamiah, di mana peneliti bertindak sebagai instrumen kunci. Selain itu peneliti juga berperan sebagai perencana dan pelaksana tindakan kelas yang terlibat langsung, pengumpul dan penganalisis data dan akhirnya menjadi pelapor hasil penelitian. Instrumen pendukung adalah lembar pedoman observasi perilaku siswa di dalam kelas selama proses belajar mengajar, nilai tugas dari setiap siklus dan nilai test ulangan harian. E. Pengumpulan Data Data yang akurat akan bisa diperoleh ketika proses pengumpulan data tersebut dipersiapkan dengan matang. Dalam penelitian ini akan digunakan beberapa cara untuk mengumpulkan data selama proses penelitian, yaitu: 1. Pengamatan Partisipatif Cara ini digunakan agar data yang diinginkan bisa diperoleh, sesuai dengan apa yang dimaksudkan oleh peneliti. Penelitian Partisipatif maksudnya adalah peneliti terlibat secara langsung dan bersifat aktif dalam turut mengumpulkan data yang diinginkan dan juga peneliti kadang-kadang mengarahkan pada data yang ingin diperoleh oleh penelti. 2. Observasi Aktifitas Kelas Observasi aktifitas kelas dilaksanaka oleh penliti ketika peneliti selama proses belajar mengajar dikelas dengan menggunakan alat peraga dan contoh bergambar sehingga peneliti akan memperoleh gambaran suasana kelas dalam penggunaan alat peraga dancontoh bergambar dalam pembelajaran bahasa arab 3. Pengukuran Hasil Belajar Data yang telah diperoleh dilapangan akan diukur untuk peneliti dengan menggunakan pedoman lembar observasi perilaku siswa dan presentase hasil tugas serta nilai ulangan harian kelas Untuk mempermudah peneliti dalam mengumpulkan data dan data yang diperoleh tidak hilang maka peneliti melakukan perekaman dengan cara membuat catatan dari hasil yang telah diperoleh selama proses penelitian. Teknik perekaman yang dilakukan adalah dengan membuat catatan-catatan pada pedoman observasi berdasarkan perkembangan siswa setiap siklus, yakni siklus I dan siklus II. F. Indikator Kinerja Penelitian yang dilaksanakan selama 6 kali pertemuan dengan observasi kelas, wawancara dan tes dengan cara mengikuti mata pelajaran bersama guru pamong pada pertemuan ke-1 dan tes ulangan harian pada pertemuan ke-5 ini serta melaksanakan wawancara dengan siswa dan guru pada awal penggunaan serta setelah menggunakan alat peraga dan contoh bergambar tersebut. Hal ini sudah cukup untuk menilai apakah penggunaan alat peraga dan contoh bergambar dalam pembelajaran bahasa Arab dapat meningkatkan konsentrasi siswa dalam belajar DAFTAR PUSTAKA Djamarah. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rinerka Cipta. Gulo, W. 2002. Strategi Belajar Mengajar . Jakarta : Grasido. Wardani. Materi Pokok Penelitian Tindakan kelas. Jakarta: Grasindo.

Popular posts from this blog

Pengertian Astagatra dalam ketahanan nasional Indonesia

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang Indonesia merupakan suatu Negara kepulauan yang terletak di antara benua Asia dan benua Australia serta samudra pasifik dan samudra hindia. Masyarakat Indonesia adalah masyarakat majemuk yang hiterogen, didalamnya terdiri dari berbagai ras suku bangsa, bahasa, warna kulit, agama dan adat istiadat yang berbeda. Dari berbagai perbedaan tersebut sehingga dalam masyarakat Indonesia rawan dengan adanya konflik antara daerah yang satu dengan daerah yang lain. Oleh karena itu perlu adanya suatu strategi guna menjaga persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia. Dalam perkembangannya strategi tersebut tidak hanya untuk menanggulangi masalah konflik antar daerah di Indonesia tetapi juga untuk menghadapi segala gangguan yang datang dari luar Indonesia yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Rebublik Indonesia. Suatu Negara akan bisa utuh jika masyarakatnya menjaga perdamain dan persatuan. Terutama di Negara kita ini, yang didalamnya terdiri dari berbagai ras suku…