Skip to main content

CONTOH TATATERTIB MUSYAWARAH BESAR




KETETAPAN TATA TERTIB MUSYAWARAH BESAR (MUBES) III
IKATAN PEMUDA PELAJAR MAHASISWA (IPPM) BUNDO KANDUANG MALANG
Tahun 2012

BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1

  1. Musyawarah Besar IPPM Bundo Kanduang merupakan rapat tertinggi ditingkatan Organisasi daerah IPPM Bundo Kanduang Malang
2.      Musyawarah Besar III  adalah forum permusyawaratan untuk mengemban amanat oganisasi dan dilaksanakan pada akhir periode untuk menghasilkan rekomendasi kepada kepengurusan yang selanjutnya
3.      Musyawarah Besar III merupakan permusyawaratan anggota IPPM Bundo Kanduang Malang yang disingkat dengan MUBES III

BAB II
TUGAS DAN WEWENANG
Pasal 2

  1. Menetapkan pola dan garis-garis besar kebijakan didalam penyelenggaraan organisasi ikatan pemuda pelajar mahasiswa bundo kanduang
  2. Mengevaluasi dan mengesahkan laporan pertanggung jawaban pengurus IPPM bundo kanduang
  3. Membahas sekaligus menetapkan AD/ART organisasi ikatan pemuda pelajar mahasiswa bundo kanduang
  4. Membahas dan menetapkan GBHO organisasi ikatan pemuda pelajar mahasiswa bundo kanduang
  5. Mengambil keputusan-keputusan lain yang berkenan dengan organisasi daerah sumatera barat

ORIENTASI
Pasal 3

Musyawarah Besar III memiliki orientasi
1.     Menganalisa dan mencari solusi atas persoalan-persoalan yang ada dalam organisasi dan kepengurusan yang telah selesai masa pengabdiannya
2.     Mencari format dalam upaya pengembangan organisasi untuk direkomendasikan kepada kepengurusan yang akan datang

BAB III
PESERTA MUBES
Pasal 4

Musyawarah Besar I IPPM Bundo Kanduang Malang terdiri dari
1.     Peserta Penuh
2.     Peserta Tidak Penuh
3.     Peninjau

Pasal 5

Peserta penuh adalah anggota Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Bundo Kanduang Malang

Pasal 6

Peserta tidak penuh adalah anggota IKM Sehati Malang dan anggota yang telah pernah berjasa terhadap IPPM Bundo Kanduang Malang, serta pernah tinggal di ranah minang dan bisa berbahasa minang



Pasal 7

Peninjau terdiri dari Undangan Organisasi daerah lain dan lembaga Pers

BAB II
PENYELENGGARAAN
Pasal 8

1.     Musyawarah Besar III diselenggarakan oleh IPPM Bundo Kanduang Malang
2.     Musyawarah Besar III dilaksanakan pada tanggal 16 Desember 2012 yang bertempat di Rumah Bapak Prof. Dr. Safrion, MS

BAB V
HAK DAN KEWAJIBAN PESERTA
Pasal 9
Kewajiban

  1. Setiap peserta  wajib mematuhi semua ketentuan dan tata tertib MUBES I
  2. Setiap peserta wajib menjaga kebersihan dan ketertiban demi terlaksananya MUBES I

Pasal 10
Hak

1.   Peserta penuh punya hak bicara, hak suara, berpendapat dan mengeluarkan ide
2.   Peserta tidak penuh punya hak bicara dan mengeluarkan ide
  1. Peninjau tidak punya hak bicara dan hak suara.

BAB VI
LARANGAN BAGI PESERTA
Pasal 11

  1. Setiap peserta sidang dilarang merokok di ruang sidang
  2. Setiap peserta sidang dilarang membuat gaduh dan berkata kotor di ruang sidang
  3. Setiap peserta sidang dilarang tidur pada waktu sidang berlangsung

BAB VII
SANKSI BAGI PESERTA
Pasal 12

Apabila peserta melanggar pasal 10 akan mendapat sanksi
  1. Diberi teguran
  2. Apabila telah 3X diberi teguran maka akan dicabut hak suaranya berdasarkan persetujuan forum
  3. Jika masih melakukan pelanggaran tata tertib dikeluarkan dari ruang sidang dengan persetujuan forum

BAB VIII
PERSIDANGAN
Pasal 13

Sidang pleno terdiri dari
  1. Pleno I
  2. Pleno II
  3. Pleno III
  4. Pleno IV
  5. Pleno V
  6. Pleno VI
  7. Pleno VII


Pasal 14
Sidang Pleno

  1. Sidang pleno dipimpin oleh pimpinan sidang dan sekretaris sidang
  2. Pimpinan dan sekretaris sidang  dipilih dan ditentukan sesuai dengan persetujuan forum

BAB IX
TUGAS, HAK, DAN KEWAJIBAN PIMPINAN SIDANG
Pasal 15
Tugas

1.      Bertanggung jawab atas pelaksanaan sidang
2.      Memimpin sidang agar terlaksana dengan tertib dan aman
3.      Mempertemukan pendapat-pendapat yang berbeda, menyimpulkan ide dan meluruskan persoalan yang ada serta mengembalikan pokok persoalan

Pasal 16
Hak
1.      Mengatur jalannya persidangan
2.      Menetapkan waktu pembicaraan
3.      Meluruskan pembicaraan yang menyimpang dari pokok pembahasan
4.      Menegur dan mengeluarkan peserta sidang yang melangar tata tertib
5.      Ketua sidang berhak mengundurkan diri jika ada hal penting yang harus dilakukan  dan tidak bisa ditinggalkan dengan persetujuan forum

Pasal 17
Kewajiban

1.      Mengendalikan proses persidangan
2.      Membacakan hasil persidangan

BAB IX
QUORUM
Pasal 18

  1. Keputusan MUBES I dianggap sah apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari peserta sidang
  2. Apabiala poin satu tidak terpenuhi maka sidang akan ditunda sepuluh  menit untuk menunggu peserta sidang
  3. Apabila poin dua tidak terpenuhi, maka sidang tetap akan dilanjutkan dengan persetujuan forum

BAB X
PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Pasal 19

  1. Setiap keputusan diambil melalui musyawarah untuk mencapai mufakat
  2. Apabila poin satu tidak terpenuhi  maka dilakukan lobiying
  3. Apabila poin dua tidak terpenuhi maka dilakukan voting
  4. Pengambilan voting dilakukan dengan bebas, jujur, adil, bijaksana dan bertanggung jawab serta tanpa adanya interfensi

BAB XI
MEKANISME PEMILIHAN PRESIDIUM SIDANG
Pasal 20
1.      Bakal calon dipilih oleh peserta siding

2.      Tiap peserta sidang berhak memilih bakal calon
3.      Pimpinan sidang menanyakan kesediaan calon
4.      Calon yang telah mendapatkan suara terbanyak dinyatakan sah sebagai presidium sidang

BAB XII
ATURAN TAMBAHAN
Pasal 21

  1. Hal-hal yang belum diatur dalam tata tertib akan diatur kemudian
  2. Tata tertib dan keputusan ini berlaku sejak tanggal dan waktu ditetapkan

Wassalamualaikum, Wr. WB

Ditetapkan di           : Malang
Pada tanggal            :           Desember 2012
Jam                         :           WIB


PIMPINAN SIDANG
MUSYAWARAH BESAR III
IPPM BUNDO KANDUANG MALANG






PRESIDIUM SIDANG
SEKRETARIS SIDANG


Popular posts from this blog

CONTOH AGENDA ACARA MUSYAWARAH BESAR

KETETAPAN AGENDA ACARA MUSYAWARAH BESAR ( MUBES ) I II IKATAN PEMUDA PELAJAR MAHASISWA (IPPM) BUNDO KANDUANG MALANG Tahun 2012 Minggu, 16 November 2010 WAKTU KEGIATAN PETUGAS TEMPAT 0 7 . 3 0 – 0 8 .00 Persiapan panitia Panitia Aula Rumah Bapak Prof. Dr. Safrion, MS 0 8 . 3 0 – 09.30 Pembukaan : F   Master of Ceremony (MC) F   Pembacaan Ayat suci alquran F   Sari Tilawah F   Menyanyikan Lagu Indonesia Raya F   Laporan Ketua Panitia F   Sambutan Ketua IPPM Bundo Kanduang Malang F   Sambutan Tuan Rumah F   Sambutan Ketua IKM Sehati Malang sekaligus membuka acara secara resmi F   Doa F   Penutup Robert   Ardian Maulid Wanda Wanda Iqsan Dinata Andri Zulanda Prof. Dr. Safrion, MS Prof. Dr. dr.H.Achdiat Agoes, Sp. S Eka Rizal, S.Pd 09.30 – 11.30 §       SIDANG PLENO I : Pembahasan Agenda Acara MUBES I

Pengertian Astagatra dalam ketahanan nasional Indonesia

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Indonesia merupakan suatu Negara kepulauan yang terletak di antara benua Asia dan benua Australia serta samudra pasifik dan samudra hindia. Masyarakat Indonesia adalah masyarakat majemuk yang hiterogen, didalamnya terdiri dari berbagai ras suku bangsa, bahasa, warna kulit, agama dan adat istiadat yang berbeda. Dari berbagai perbedaan tersebut sehingga dalam masyarakat Indonesia rawan dengan adanya konflik antara daerah yang satu dengan daerah yang lain. Oleh karena itu perlu adanya suatu strategi guna menjaga persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia. Dalam perkembangannya strategi tersebut tidak hanya untuk menanggulangi masalah konflik antar daerah di Indonesia tetapi juga untuk menghadapi segala gangguan yang datang dari luar Indonesia yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Rebublik Indonesia. Suatu Negara akan bisa utuh jika masyarakatnya menjaga perdamain dan persatuan. Terutama di Negara kita ini, yang didalamnya terdiri dar