Skip to main content

PEMEROLEHAN SEMANTIC PEMEROLEHAN MORFOLOGI DAN SINTAKSIS



PEMEROLEHAN SEMANTIC PEMEROLEHAN MORFOLOGI DAN SINTAKSIS
1.      Pemerolehan semantik
a.       Complexive
b.      Overgenedization
c.       Underextentions
d.      Teori tentang pemerolehan semantik
1.      Teori hipotesis fitur semantik
Tokoh dari teori hipotesis fitur semantic ini adalah Neil dan Clark. Teori ini menjelaskan bahwa makna leksikon bisa dilacak dari komponen-komponen yang membangun (membentuk) leksikon. Dalam pandangan teori ini anak memperoleh makna suatu kata dengan cara menguasai fitur semantiknya satu demi satu sampai dia menguasai fitur semantic itu seperti yang diperoleh oleh orang dewasa.
2.      Teori hipotesis hubungan-hubungan gramatikal
Hipotesis ini dikenalkan oleh Mc. Neil. Menurut teori ini anak begitu lahir telah dilengkapi dengan hubungan-hubungan gramatikal dalam yang nurani, sehingga pada awal perolehan anak akan berusaha membentuk kamus makna kalimat, maksudnya setiap leksikon yang diterima akan dihubungkan sacara gramatikal.
3.      Teori hipotesis generalisasi
Teori ini dikenalkan oleh Anglin pada tahun 1975. Dalam teori ini dijelaskan bahwa perkembangan semantic anak mengikuti proses generalisasi, maksudnya anak memperoleh makna sebuah kata secara generalisasi dari yang abstrak menuju yang konkret.
4.      Teori hipotesis primitif-primitif universal
Tokoh yang mengenalkan teori ini adalah Postal dan Bierwich. Menurut Postal semua bahasa yang ada di dunia ini dilandasi oleh sebuah perangkat-perangkat semantic universal (penanda semantic dan fitur semantic) dan rumus-rumus untuk menggabungkan perangkat ini. Berwisch menambahkan bahwa primitif-primitif semantic atau komponen-komponen semantic ini mewakili kategori-kategori atau prinsip-prinsip yang sejak awal sudah ada sejak awal yang digunakan oleh manusia untuk menggolongkan struktur benda atau situasi-situasi yang dihadapi manusia. Dan fitur ini mewakili keadaan psikologi manusia berdasarkan bagaimana manusia memproses keadaan sosial dengan fisiknya.
(Hasanah, Mamluatul. 2010. Proses Manusia Berbahasa. Malang: UIN Maliki Press)
2.      Pemerolehan morfologi dan sintaksis
a.       The one word stage
b.      The two word stage
c.       Later stage & development
d.      Plural
e.       Negatives
f.       Introgative


Popular posts from this blog

CONTOH AGENDA ACARA MUSYAWARAH BESAR

KETETAPAN AGENDA ACARA MUSYAWARAH BESAR ( MUBES ) I II IKATAN PEMUDA PELAJAR MAHASISWA (IPPM) BUNDO KANDUANG MALANG Tahun 2012 Minggu, 16 November 2010 WAKTU KEGIATAN PETUGAS TEMPAT 0 7 . 3 0 – 0 8 .00 Persiapan panitia Panitia Aula Rumah Bapak Prof. Dr. Safrion, MS 0 8 . 3 0 – 09.30 Pembukaan : F   Master of Ceremony (MC) F   Pembacaan Ayat suci alquran F   Sari Tilawah F   Menyanyikan Lagu Indonesia Raya F   Laporan Ketua Panitia F   Sambutan Ketua IPPM Bundo Kanduang Malang F   Sambutan Tuan Rumah F   Sambutan Ketua IKM Sehati Malang sekaligus membuka acara secara resmi F   Doa F   Penutup Robert   Ardian Maulid Wanda Wanda Iqsan Dinata Andri Zulanda Prof. Dr. Safrion, MS Prof. Dr. dr.H.Achdiat Agoes, Sp. S Eka Rizal, S.Pd 09.30 – 11.30 §       SIDANG PLENO I : Pembahasan Agenda Acara MUBES I

Pengertian Astagatra dalam ketahanan nasional Indonesia

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Indonesia merupakan suatu Negara kepulauan yang terletak di antara benua Asia dan benua Australia serta samudra pasifik dan samudra hindia. Masyarakat Indonesia adalah masyarakat majemuk yang hiterogen, didalamnya terdiri dari berbagai ras suku bangsa, bahasa, warna kulit, agama dan adat istiadat yang berbeda. Dari berbagai perbedaan tersebut sehingga dalam masyarakat Indonesia rawan dengan adanya konflik antara daerah yang satu dengan daerah yang lain. Oleh karena itu perlu adanya suatu strategi guna menjaga persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia. Dalam perkembangannya strategi tersebut tidak hanya untuk menanggulangi masalah konflik antar daerah di Indonesia tetapi juga untuk menghadapi segala gangguan yang datang dari luar Indonesia yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Rebublik Indonesia. Suatu Negara akan bisa utuh jika masyarakatnya menjaga perdamain dan persatuan. Terutama di Negara kita ini, yang didalamnya terdiri dar

CONTOH TATATERTIB MUSYAWARAH BESAR

KETETAPAN TATA TERTIB MUSYAWARAH BESAR (MUBES) I II IKATAN PEMUDA PELAJAR MAHASISWA ( IPPM ) BUNDO KANDUANG MALANG Tahun 2012 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Musyawarah Besar IPPM Bundo Kanduang merupakan rapat tertinggi ditingkatan Organisasi daerah IPPM Bundo Kanduang Malang 2.       Musyawarah Besar I II   adalah forum permusyawaratan untuk mengemban amanat oganisasi dan dilaksanakan pada akhir periode untuk menghasilkan rekomendasi kepada kepengurusan yang selanjutnya 3.       Musyawarah Besar I II merupakan permusyawaratan anggota IPPM Bundo Kanduang Malang yang disingkat dengan MUBES I II BAB II TUGAS DAN WEWENANG Pasal 2 Menetapkan pola dan garis-garis besar kebijakan didalam penyelenggaraan organisasi ikatan pemuda pelajar mahasiswa bundo kanduang Mengevaluasi dan mengesahkan laporan pertanggung jawaban pengurus IPPM bundo kanduang Membahas sekaligus menetapkan AD/ART organisasi ikatan pemuda pelajar mahasi