Skip to main content

Tidak Boleh Membawa Alquaran Ketika Kita Bepergian Kenegri Orang-Orang Kafir


Termasuk Dari Karakteristik Alquran
Tidak Boleh Membawa Alquaran Ketika Kita Bepergian Kenegri Orang-Orang Kafir
Seperti yang diriwayatkan oleh Imam bukhori dan dari ibnu umar semoga allah meridhoi mereka berdua, rosulullah saw telah bersabda: “Dilarang membawa alquran ketika bepergian ke negeri musuh”.
Ibnu 'Abdil Barr berkata  "Para ulama fiqh telah sepakat bahwa tidak boleh bepergian kenegeri musuh  dengan membawa alquran ke negeri musuh dengan rombongan pasukan pengintai/ pasukan kecil yang dikhawatirkan keselamatan dan keamanannyaakan, tetapi merekaberselisih pendapat tentang boleh atau tidak  membawa alquran kenegeri musuh jika dikawal dengan pasukan yang besar dan terjamin keamanan dan keselamatannya.
Beliau berkata tidak mengetahui apakah dilarang bepergian kenegeri orang kafir dengan membawa selain alquran.
Wajib hukumnya mengagungkan Kitabullah dan tidak membawanya ke tempat-tempat kebinasaan dan kehinaan. 
Haram hukumnya membawa mushaf al-Qur'an ke negeri musuh agar tidak jatuh ke tangan mereka sehingga mereka akan menghinakannya.

Seorang muslim membawa Mushaf ke negara orang kafir adalah masalah yang diperselisihkan oleh para ahli fikih. Sebagian dari mereka membolehkan dan sebagian lain melarang. Kelompok yang melarang ini mendasarkan sikapnya kepada larangan Nabi atas hal itu karena takut jika mereka menghina, mengubah atau membuat keragu-raguan di dalamnya. http://www.qurancomplex.org/images/hds-l.gifBukhari dan Muslim meriwayatkan dari Ibnu Umar ra. bahwa Rasulullah saw. melarang bepergian ke negeri musuh dengan membawa Al Qur'an. http://www.qurancomplex.org/images/hds-r.gif http://www.qurancomplex.org/images/hds-l.gifMuslim juga meriwayatkan dari Abdullah bin Umar dari Rasulullah saw. bahwa beliau saw. melarang bepergian ke negeri kafir dengan membawa Al Qur'an karena ditakutkan akan diserang oleh musuh"http://www.qurancomplex.org/images/hds-r.gif http://www.qurancomplex.org/images/hds-l.gifBeliau saw. juga bersabda: "Janganlah kalian pergi ke negeri musuh dengan membawa Al Qur'an, karena saya tidak menjamin untuk tidak diserang oleh musuhhttp://www.qurancomplex.org/images/hds-r.gif. Adapun kelompok yang membolehkannya mengatakan: "Boleh dibawa ke negeri mereka untuk tujuan dakwah, berhujah dan untuk dihafal dan dipelajari hukumnya jika diperlukan. Hal ini apabila kaum Muslimin mempunyai kekuatan, kekuasaan atau sesuatu yang berfungsi seperti itu, semisal perjanjian, piagam dan lain sebagainya. Juga apabila dakwah, berhujah, menghafal dan mempelajari itu dapat dilakukan." Pendapat ini didukung oleh alasan yang tersebut di akhir hadis larangan membawanya ke negeri musuh. Pendapat yang terakhir ini adalah yang kuat, karena dapat mendatangkan maslahat dan tidak adanya bahaya yang ditakutkan oleh Nabi saw.
Larangan Berpergian Membawa Al-Qur'an ke Negeri Musuh
Dari 'Abdullah bin 'Umar r.a, bahwasanya Rasulullah saw. melarang bersafar membawa mushaf al-Qur'an ke negeri musuh, (HR Bukhari [2990] dan Muslim [1869]).
Dalam riwayat lain ditambahkan, "Dikhawatirkan mushaf tersebut akan jatuh ke tangan musuh," (HR Muslim [1869]).
Dalam riwayat lain pula disebutkan, "Sesungguhnya aku tidak merasa aman mushaf tersebut akan jatuh ke tangan musuh," (HR Muslim [1869]).
Kandungan Bab:
Imam Malik mengatakan, "Jangan bersafar membawa mushaf ke negeri musuh, tanpa membedakan apakah dalam pasukan yang besar ataukah pasukan kecil."
Abu Hanifah mengatakan, "Makruh hukumnya bersafar membawa mushaf ke negeri musuh kecuali bila dalam pasukan yang besar, maka tidaklah mengapa membawanya. "
Saya katakan, "Dalil yang menguatkan pembedaan antara pasukan besar dan pasukan kecil atau rombongan kecil adalah riwayat yang disebutkan oleh Bukhari dalam kitab al-Jihaad, babMakruh Bersafar Membawa Mushaf ke Negeri Musuh. Lalu beliau berkata, 'Rasulullah saw. dan para Sahabat telah bersafar ke negeri musuh sambil mereka belajar al-Qur'an.'"

1.                  Yang dimaksud dengan al-Qur'an dalam hadits-hadits bab di atas adalah yang tertulis dalam mushaf bukan yang terhafal dalam dada. Karena tidak ada seorang ulama pun yang mengatakan bahwa orang yang meng-hafal al-Qur'an tidak boleh memerangi musuh di negeri mereka, wallaahu a'lam
2.                  Penulisan surat yang berisi potongan ayat al-Qur'an tidaklah mengapa. Al-Baghawi mengatakan dalam kitab Syarhus Sunnah (IV/528), "Membawa mushaf ke negeri kafir makruh hukumnya. Namun, kalaulah ditulis surat kepada mereka yang berisi ayat-ayat al-Qur'an, maka tidaklah mengapa. Rasulullah saw. telah menulis surat kepada Hiraklius yang berisi firman Allah SWT, "Katakanlah, 'Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu..."' (Ali-'Imran: 64).
3.      Tidak boleh, tapi bacakan dan perdengarkan Alquran itu kepadanya, Anda mengajaknya ke jalan Allah dan mendoakannya agar memperoleh hidayah. Hal ini berdasarkan Firman Allah di dalam Kitab-Nya yang mulia,
4.      Dan jika seseorang dari orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar Firman Allah, kemudian antarkanlah ia ke tempat yang aman baginya.” (QS. At-Taubah: 6)
5.      Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang pergi membawa Alquran ke negeri musuh karena khawatir direbut oleh musuh.
6.      Hal ini menunjukkan, bahwa orang kafir tidak boleh diberi mushaf Alquran, karena khawatir akan menghinakan atau menyia-nyiakannya. Yang perlu dilakukan adalah mengajarkan dan membacakan padanya, mengarahkan dan mendoakannya. Jika ia mau memeluk Islam, boleh diberikan mushaf. Namun demikian, boleh diberikan kepadanya kitab-kitab tafsir atau kitab-kitab hadis jika diharapkan bisa bermanfaat, dan boleh juga mushaf terjemahan.


Popular posts from this blog

CONTOH AGENDA ACARA MUSYAWARAH BESAR

KETETAPAN AGENDA ACARA MUSYAWARAH BESAR ( MUBES ) I II IKATAN PEMUDA PELAJAR MAHASISWA (IPPM) BUNDO KANDUANG MALANG Tahun 2012 Minggu, 16 November 2010 WAKTU KEGIATAN PETUGAS TEMPAT 0 7 . 3 0 – 0 8 .00 Persiapan panitia Panitia Aula Rumah Bapak Prof. Dr. Safrion, MS 0 8 . 3 0 – 09.30 Pembukaan : F   Master of Ceremony (MC) F   Pembacaan Ayat suci alquran F   Sari Tilawah F   Menyanyikan Lagu Indonesia Raya F   Laporan Ketua Panitia F   Sambutan Ketua IPPM Bundo Kanduang Malang F   Sambutan Tuan Rumah F   Sambutan Ketua IKM Sehati Malang sekaligus membuka acara secara resmi F   Doa F   Penutup Robert   Ardian Maulid Wanda Wanda Iqsan Dinata Andri Zulanda Prof. Dr. Safrion, MS Prof. Dr. dr.H.Achdiat Agoes, Sp. S Eka Rizal, S.Pd 09.30 – 11.30 §       SIDANG PLENO I : Pembahasan Agenda Acara MUBES I

Pengertian Astagatra dalam ketahanan nasional Indonesia

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Indonesia merupakan suatu Negara kepulauan yang terletak di antara benua Asia dan benua Australia serta samudra pasifik dan samudra hindia. Masyarakat Indonesia adalah masyarakat majemuk yang hiterogen, didalamnya terdiri dari berbagai ras suku bangsa, bahasa, warna kulit, agama dan adat istiadat yang berbeda. Dari berbagai perbedaan tersebut sehingga dalam masyarakat Indonesia rawan dengan adanya konflik antara daerah yang satu dengan daerah yang lain. Oleh karena itu perlu adanya suatu strategi guna menjaga persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia. Dalam perkembangannya strategi tersebut tidak hanya untuk menanggulangi masalah konflik antar daerah di Indonesia tetapi juga untuk menghadapi segala gangguan yang datang dari luar Indonesia yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Rebublik Indonesia. Suatu Negara akan bisa utuh jika masyarakatnya menjaga perdamain dan persatuan. Terutama di Negara kita ini, yang didalamnya terdiri dar

CONTOH TATATERTIB MUSYAWARAH BESAR

KETETAPAN TATA TERTIB MUSYAWARAH BESAR (MUBES) I II IKATAN PEMUDA PELAJAR MAHASISWA ( IPPM ) BUNDO KANDUANG MALANG Tahun 2012 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Musyawarah Besar IPPM Bundo Kanduang merupakan rapat tertinggi ditingkatan Organisasi daerah IPPM Bundo Kanduang Malang 2.       Musyawarah Besar I II   adalah forum permusyawaratan untuk mengemban amanat oganisasi dan dilaksanakan pada akhir periode untuk menghasilkan rekomendasi kepada kepengurusan yang selanjutnya 3.       Musyawarah Besar I II merupakan permusyawaratan anggota IPPM Bundo Kanduang Malang yang disingkat dengan MUBES I II BAB II TUGAS DAN WEWENANG Pasal 2 Menetapkan pola dan garis-garis besar kebijakan didalam penyelenggaraan organisasi ikatan pemuda pelajar mahasiswa bundo kanduang Mengevaluasi dan mengesahkan laporan pertanggung jawaban pengurus IPPM bundo kanduang Membahas sekaligus menetapkan AD/ART organisasi ikatan pemuda pelajar mahasi