Skip to main content

Evaluasi Prestasi Belajar



BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang
            Di zaman modernisasi seperti sekarang ini, semuanya mengalami kemajuan khususnya dalam dunia pendidikan. Dalam hal ini, Evaluasi pendidikan berperan penting dalam membantu kemajuan dalam dunia pendidikan.
            Evaluasi pendidikan adalah kegiatan menilai yang terjadi dalam kegiatan pendidikan. Guru, ataupun pengelola pengajaran mengadakan penilaian dengan maksud melihat apakah usaha yang dilakukan melalui pengajaran sudah mencapai tujuan.
            Apabila sekolah diumpamakan sebagian tempat mengolah sesuatu dan calon siswa diumpamakan sebagai bahan mentah maka lulusan dari sekolah itu dapat disamakan dengan hasil olahan yang sudah siap digunakan.
1.2. Rumusan masalah
a.       Apa yang dimaksud dengan evaluasi itu?
b.      Apa tujuan  evaluasi tersebut?
c.       Apa  fungsi evaluasi tersebut?
1.3. Tujuan
a.       Untuk mengetahui definisi dari evaluasi tersebut
b.      Untuk mengetahui tujuan diadakannya evaluasi tersebut
c.       Untuk Mengetahui fungsi evaluasi


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Definisi Evaluasi
Evaluasi adalah sebuah penilaian terhadap tingkat keberhasilan siswa mencapai tujuan. Istilah lain evaluasi adalah assessment, yakni proses penilaian untuk menggambarkan prestasi yang dicapai seorang siswa sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Selain kata evaluasi dan assessment ada kata lain yang sama artinya dalam dunia pendidikan kita yaitu tes, ujian, dan ulangan.
Sedangkan menurut pengertian bahasa kata evaluasi berasal dari bahsa inggris evaluation yang berate penilaian atau penaksiran.

1.      Bloom et. al (1971)
“ Evaluation, as we see it, is the systematic collection of  evidence to determine whether in fact certain changes are taking place in the learners as well as to determine the amount  or degree of change in individual students.”
Artinya: Evaluasi, sebagaimana kita lihat, adalah pengumpulan kenyataan secara sistematis untuk menetapkan apakah dalam kenyataannya terjadi perubahan dalam diri siswa dan menetapkan sejauh mana tingkat perubahan dalam pribadi siswa.
2.      Stufflebeam et. al (1971)
“ Evaluation is the process of delineating, obtaining, and providing useful information for judging decision alternatives.”
Artinya: Evaluasi merupakan proses menggambarkan, memperoleh, dan menyajikan informasi yang berguna untuk menilai alternatif keputusan.
B.     Tujuan Evaluasi
1.      Tujuan Evaluasi
v  Untuk mengetahui tingkat kemajuan yang telah dicapai oleh siswa dalam suatu kurun waktu proses  belajar tertentu.
v  Untuk mengetahui posisi atau kedudukan seorang siswa daiam kelompok kelasnya.
v  Untuk mengetahui tingkat usaha yang dilakukan dalam belajar.
v  Untuk mengetahui segala upaya siswa dalam mendayagunakann kapasitas kognitifnya untuk keperluan belajar.
v  Untuk mengetahui tingkat daya guna dan hasil guna metode mengajar yang telah digunakan guru dalam proses mengajar-belajar (PMB).
Selain tujuan-tujuan yang telah disebutkan, berdasrkan UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 Pasal 58 (1) evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan. Oleh karena itu, maka evaluasi belajar seharusnya dilakukan guru secara terus-menerus dengan berbagai cara, bukan hanya pada saat-saat ulangan terjadwal atau saat ujian berkala.
2.      Fungsi Evaluasi
Di samping memiliki tujuan, evaluasi belajar juga memilki fungsi-fungsi sebagai berikut:
v  Fungsi administrative untuk penyusunan daftar nilai dan pengisian buku rapor;
v  Fungsi promosi untuk menetapkan kenaikan atau kelulusan;
v  Fungsi diagnostik untuk mengidentifikasi kesulitan belajar siswa dan merencanakan program remedial teaching;
v  Sumber data BK untuk memasok data siswa tertentu yang memerlukan bimbingan dan konseling;
v  Bahan pertimbangan pengembangan pada masa yang akan dating yang meliputi pengembangan kurikulum, metode dan alat-alat PMB.

Selanjutnya, selain memiliki tungsi-fungsi seperti di atas,  Evaluasi juga mengandung fungsi psikologis yang cukup signifikan bagi siswa maupun bagi guru dan orang tua. Bagi siswa, penilaian guru merupakan alat bantu untuk mengatasi kekurangmampuan atau ketidak mampuannya dalam  menilai kemampuan dan kemajuan dirinya sendiri. Dengan mengetahui taraf kemampuan dan kemajuan dirinya sendiri, siswa memiliki self-consciousness, kesadarannya yang lugas mengnenai ektisistensi dirinya, dan juga metacognitive, pengetahuan yang benar mengenai batas kemampuan akalnya sendiri (Mulcahy et al, 1991). Dengan demikian, siswa diharapkan mampu menentukan posisi dan statusnya secara tepat diantara teman-teman dan masyarakatnya sendiri.
      Bagi orang tua atau wali siswa, dengan evaluasi itu kebutuhan akan pengetahuan mengenai hasil usaha dan tanggung jawabnya mengembangkan potensi anak terpenuhi. Pengetahuan seperti ini dapat mendatangkan rasa pasti kepada orang tua dan wali siswa dalam menentukan langkah-langkah pendidikan lanjutan dari anaknya. Sedangkan bagi  para guru sendiri sebagai evaluator).


BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
1.      Evaluasi merupakan penilaian terhadap tingkat keberhasilan siswa mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam sebuah program.
2.      Tujuan evaluasi terdiri dari:
v  Mengetahui tingkat kemajuan yang telah dicapai oleh siswa dalam suatu kurun waktu proses belajar tertentu.
v  Mengetahui posisi atau kedudukan seorang siswa dalam kelompok kelasnya.
v  Mengetahui tingkat usaha yang dilakukan siswa dalam belajar.
v  Mengetahui hingga sejauh mana siswa telah mendaya gunakan kapasitas kognitifnya untuk keperluan belajar.
v  Mengetahui tingkat daya guna dan hasil guna metode mengajar yang telah digunakan guru dalam proses belajar mengajar.
3.      Fungsi evaluasi terdiri dari:
v  Fungsi administrative untuk penyusunan daftar nilai dan pengisian buku rapor;
v  Fungsi promosi untuk menetapkan kenaikan atau kelulusan;
v  Fungsi diagnostik untuk mengidentifikasi kesulitan belajar siswa dan merencanakan program remedial teaching;
v  Sumber data BK untuk memasok data siswa tertentu yang memerlukan bimbingan dan konseling;
v  Bahan pertimbangan pengembangan pada masa yang akan dating yang meliputi pengembangan kurikulum, metode dan alat-alat PMB.


DAFTAR PUSTAKA

1.      Syah, muhibbin 1995. Psikologi Pendidikan Pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya.
2.      Daryanto 1997. Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta
3.      M. Chabib, Thoha. 1991. Teknik Evaluasi Pendidikan. Jakarta:Rajawali Press.

Popular posts from this blog

CONTOH AGENDA ACARA MUSYAWARAH BESAR

KETETAPAN AGENDA ACARA MUSYAWARAH BESAR ( MUBES ) I II IKATAN PEMUDA PELAJAR MAHASISWA (IPPM) BUNDO KANDUANG MALANG Tahun 2012 Minggu, 16 November 2010 WAKTU KEGIATAN PETUGAS TEMPAT 0 7 . 3 0 – 0 8 .00 Persiapan panitia Panitia Aula Rumah Bapak Prof. Dr. Safrion, MS 0 8 . 3 0 – 09.30 Pembukaan : F   Master of Ceremony (MC) F   Pembacaan Ayat suci alquran F   Sari Tilawah F   Menyanyikan Lagu Indonesia Raya F   Laporan Ketua Panitia F   Sambutan Ketua IPPM Bundo Kanduang Malang F   Sambutan Tuan Rumah F   Sambutan Ketua IKM Sehati Malang sekaligus membuka acara secara resmi F   Doa F   Penutup Robert   Ardian Maulid Wanda Wanda Iqsan Dinata Andri Zulanda Prof. Dr. Safrion, MS Prof. Dr. dr.H.Achdiat Agoes, Sp. S Eka Rizal, S.Pd 09.30 – 11.30 §       SIDANG PLENO I : Pembahasan Agenda Acara MUBES I

Pengertian Astagatra dalam ketahanan nasional Indonesia

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Indonesia merupakan suatu Negara kepulauan yang terletak di antara benua Asia dan benua Australia serta samudra pasifik dan samudra hindia. Masyarakat Indonesia adalah masyarakat majemuk yang hiterogen, didalamnya terdiri dari berbagai ras suku bangsa, bahasa, warna kulit, agama dan adat istiadat yang berbeda. Dari berbagai perbedaan tersebut sehingga dalam masyarakat Indonesia rawan dengan adanya konflik antara daerah yang satu dengan daerah yang lain. Oleh karena itu perlu adanya suatu strategi guna menjaga persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia. Dalam perkembangannya strategi tersebut tidak hanya untuk menanggulangi masalah konflik antar daerah di Indonesia tetapi juga untuk menghadapi segala gangguan yang datang dari luar Indonesia yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Rebublik Indonesia. Suatu Negara akan bisa utuh jika masyarakatnya menjaga perdamain dan persatuan. Terutama di Negara kita ini, yang didalamnya terdiri dar

CONTOH TATATERTIB MUSYAWARAH BESAR

KETETAPAN TATA TERTIB MUSYAWARAH BESAR (MUBES) I II IKATAN PEMUDA PELAJAR MAHASISWA ( IPPM ) BUNDO KANDUANG MALANG Tahun 2012 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Musyawarah Besar IPPM Bundo Kanduang merupakan rapat tertinggi ditingkatan Organisasi daerah IPPM Bundo Kanduang Malang 2.       Musyawarah Besar I II   adalah forum permusyawaratan untuk mengemban amanat oganisasi dan dilaksanakan pada akhir periode untuk menghasilkan rekomendasi kepada kepengurusan yang selanjutnya 3.       Musyawarah Besar I II merupakan permusyawaratan anggota IPPM Bundo Kanduang Malang yang disingkat dengan MUBES I II BAB II TUGAS DAN WEWENANG Pasal 2 Menetapkan pola dan garis-garis besar kebijakan didalam penyelenggaraan organisasi ikatan pemuda pelajar mahasiswa bundo kanduang Mengevaluasi dan mengesahkan laporan pertanggung jawaban pengurus IPPM bundo kanduang Membahas sekaligus menetapkan AD/ART organisasi ikatan pemuda pelajar mahasi