Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2014

Bersama Pak Fahmi Idris (Menteri Perindustrian dan Menteri Tenaga Kerja & Transmigrasi) dah Pak Firdaus HP (Ketua Gapensi Surabaya & Sekjen saudagar Minang Indonesia)

Contoh Patok Batas Tanah Terbaik

Contoh Undangan Terbaik Sepanjang Masa

Tahapan-tahapan untuk dapat diangkat menjadi advokat

Tahapan-tahapan untuk dapat diangkat menjadi advokat: 1.      Mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat (“PKPA”); 2.      Mengikuti Ujian Profesi Advokat (“UPA”); 3.      Mengikuti magang di kantor advokat sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun secara terus-menerus di kantor advokat; 4.      Pengangkatan dan Sumpah Advokat.
I.PKPA PKPA dilaksanakan oleh organisasi advokat. Yang dapat mengikuti PKPA adalah sarjana yang berlatar belakang/lulusan (lihatpenjelasan Pasal 2 ayat [1] UU No. 18 Tahun 2003 tentang Advokat): 1.      Fakultas Hukum; 2.      Fakultas Syariah; 3.      Perguruan Tinggi Hukum Militer; atau 4.      Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian.
Persyaratan calon peserta PKPA (lihat Pasal 10 dan Pasal 11 Peraturan Peradi No. 3 Tahun 2006 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Profesi Advokat): a.      Menyerahkan formulir pendaftaran yang telah diisi; b.      Menyerahkan 1 (satu) lembar fotokopi ijazah sarjana yang berlatar belakang pendidikan tinggi hukum dan yang telah dilegalisir; c.         Menyera…

Berbohong di Depan Publik, Dapatkah Dipidana?

Berbohong di Depan Publik, Dapatkah Dipidana?
Saya ingin menanyakan ketika seseorang (sebut saja A) mengeluarkan statement di hadapan pers dan media yang mengakui bahwa dirinya adalah pelaku dari suatu tindak pidana, sedangkan pelaku sebenarnya (sebut saja B) adalah orang lain. Hal ini dilakukan untuk melindungi kesalahan B sebagai pelaku materil dari tindak pidana tersebut. Setelah dilakukan penyidikan, A baru mengakui kepada polisi bahwa pelaku sebenarnya adalah B. Apakah terhadap A (orang yang mengaku-ngaku sebagai pelaku tindak pidana di hadapan pers dan media) dapat dikatakan telah melakukan tindak pidana dan bagaimana pertanggungjawaban pidananya? Terima kasih.  
Pada dasarnya, berkata bohong bukanlah suatu tindak pidana. Sepanjang penelusuran kami, tidak ada satupun pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”) yang menyatakan bahwa seseorang yang berkata bohong dapat dijerat pidana. Lain halnya apabila kebohongan itu dibarengi dengan maksud untuk menguntungkan diri sendi…

Contoh Laporan Kepolisian